Search

10 September 2026

Revitalisasi SDN 19 Baktiya Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Kualitas Keramik dan Kosen Dipertanyakan

admin

Keramik yang dipasang di SDN 19 Baktiya diduga tidak sesuai speck.

ACEH UTARA | REALITAACEH — Pekerjaan revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, mulai menuai sorotan. Sejumlah bagian pekerjaan diduga dikerjakan tidak maksimal dan berpotensi mempertanyakan kualitas hasil revitalisasi yang menggunakan anggaran pemerintah.

Sorotan tersebut salah satunya datang dari seorang tukang yang terlibat dalam pekerjaan. Ia mengungkapkan adanya sejumlah persoalan dalam pengerjaan, terutama terkait material yang digunakan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan keramik. Menurut sumber tersebut, kualitas keramik yang digunakan dinilai rendah dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

“Keramik yang digunakan ini harganya sekitar Rp50 ribu kalau dibeli di Panton Labu, tapi kalau dibeli di Medan paling Rp30 ribu. Saat kami buka kotak keramik, keramiknya ada yang sudah rusak dan untuk siku pun enggak didapat,” ujar tukang tersebut.

Pernyataan itu tentu menimbulkan pertanyaan serius. Jika benar material yang digunakan memiliki kualitas rendah atau tidak sesuai spesifikasi teknis sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pekerjaan, maka hal tersebut patut menjadi perhatian pihak terkait.

Pasalnya, revitalisasi sekolah bukan sekadar mengejar bangunan selesai dan tampak baru. Kualitas material dan ketepatan pengerjaan menjadi bagian penting agar bangunan dapat digunakan dalam jangka panjang, terlebih fasilitas tersebut diperuntukkan bagi aktivitas belajar-mengajar para siswa.

Selain keramik, kualitas kosen juga turut menjadi sorotan. Menurut sumber yang sama, kayu yang digunakan untuk kosen dan daun jendela dinilai relatif rendah kualitasnya dan dikhawatirkan tidak mampu bertahan lama.

“Kayu yang dipakai agak relatif rendah, diduga kayu yang dipakai akan tidak bertahan lama akan di makan rayab,” ungkapnya.

Jika dugaan tersebut benar, persoalan ini tidak semestinya hanya dilihat sebagai masalah estetika bangunan. Penggunaan material yang tidak sesuai standar dapat berdampak terhadap umur bangunan dan berpotensi merugikan negara apabila pekerjaan dibayar sesuai spesifikasi tetapi hasilnya tidak sebanding.

Karena itu, pihak pelaksana maupun instansi terkait perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai spesifikasi material yang digunakan, termasuk jenis dan kualitas keramik serta kayu untuk kosen.

Sementara itu, Kepala SDN 19 Baktiya saat dikonfirmasi oleh media ini menyebutkan bahwa untuk keramik di beli di salah satu toko di kota Panton lagi dengan harga 85 ribu satu kotak.

 

” Keramik sudah sesuai kami beli dengan harga 85 ribu per kotak dan untuk kosen kami gunakan kayu yang berkelas sesuai dengan yang ditulis di RAB” Jawabnya singkat. [02/KA]