Search

10 September 2026

Disdik Dayah Aceh dan Komisi VII DPRA Audiensi dengan Menekraf, Bahas Pemberdayaan Ekonomi Dayah dan Expo Santri 2026

Redaktur

Muhsin Thahir, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, Jakarta 4 September 2026. FOTO | Istimewa

JAKARTA | REALITAACEH – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin Thahir, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi dayah serta pengembangan potensi kreativitas dan kewirausahaan santri.

Dalam pertemuan itu turut hadir Anggota DPRA Romi Syahputra. Sejumlah agenda strategis turut dibahas, di antaranya pemberdayaan ekonomi dayah, persiapan peringatan Hari Santri 2026, serta rencana pelaksanaan Expo Santri 2026.

Pemberdayaan ekonomi dayah menjadi salah satu fokus utama dalam audiensi tersebut. Dayah diharapkan tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi produktif dengan melibatkan para santri.

Pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan dayah dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi sarana bagi santri dalam mengasah keterampilan, kreativitas, inovasi, sekaligus membangun jiwa kewirausahaan.

Berbagai potensi yang dimiliki santri maupun dayah selanjutnya dapat diarahkan menjadi produk dan kegiatan ekonomi produktif yang memberikan nilai tambah, baik bagi kemandirian dayah maupun masyarakat di sekitarnya.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat menjadikan santri tidak hanya memiliki kemampuan di bidang keagamaan, tetapi juga mempunyai keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.

Selain pemberdayaan ekonomi, audiensi juga membahas persiapan Hari Santri 2026. Momentum tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran dan kontribusi santri dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, rencana Expo Santri 2026 diharapkan menjadi ruang untuk menampilkan beragam potensi, kreativitas, inovasi, serta produk yang dihasilkan para santri dan dayah di Aceh.

Expo tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi produk santri untuk memperoleh akses pasar, jejaring usaha, promosi, serta dukungan pengembangan produk.

Dengan dukungan ekosistem ekonomi kreatif, berbagai karya dan produk santri diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun berpeluang dikembangkan ke pasar internasional.

Audiensi antara Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Komisi VII DPRA dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI juga diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam meningkatkan kapasitas, kreativitas, serta kemandirian ekonomi dayah.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan potensi besar yang dimiliki dayah dan santri dapat dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan.

Melalui sinergi tersebut, dayah diharapkan semakin mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga kreatif, produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.

Penguatan ekonomi kreatif berbasis dayah pada akhirnya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kreatif berbasis generasi muda dan komunitas dayah. [Red]