LHOKSEUMAWE | REALITAACEH — Kenaikan harga sejumlah material bangunan seperti semen, pasir, batu bata dan besi tidak menyurutkan komitmen Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk menuntaskan pekerjaan revitalisasi sebanyak 113 sekolah sesuai target yang telah direncanakan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Yuswardi, mengatakan progres pekerjaan revitalisasi sekolah hingga saat ini terus menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, berdasarkan pemantauan di lapangan, kemajuan pekerjaan telah mencapai sekitar 70 persen.
“Sejauh ini kemajuan pekerjaan di lapangan sudah mencapai 70 persen. Kita yakin dalam waktu tidak lama lagi akan mencapai 100 persen sesuai dengan target yang telah direncanakan,” ujar Yuswardi kepada media ini, Minggu (30/8/2026).
Menurut Yuswardi, kenaikan harga material bangunan memang menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan. Namun demikian, kondisi tersebut sejauh ini tidak sampai menghambat proses pembangunan maupun pelaksanaan revitalisasi sekolah di Kota Lhokseumawe.
“Memang ada sedikit kendala terkait harga material, seperti semen, pasir, batu bata dan besi yang selama ini semakin naik. Namun proses pekerjaan di lapangan tidak terganggu sama sekali,” tegasnya.
Progres Pekerjaan Terus Dipantau
Yuswardi menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara langsung terhadap sejumlah sekolah yang sedang menjalani proses revitalisasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan tahapan dan target yang telah ditetapkan.
Dari hasil peninjauan tersebut, kata dia, perkembangan pekerjaan semakin terlihat. Sejumlah bagian bangunan sekolah mulai memasuki tahapan penyelesaian sehingga pihaknya optimistis seluruh pekerjaan dapat dirampungkan tepat waktu.
“Kita telah turun langsung di beberapa sekolah. Pekerjaan semakin terlihat dan ini merupakan satu prestasi. Siswa-siswi tidak lama lagi akan kembali belajar di ruang kelas baru dan menggunakan mobiler baru,” katanya.
Ia menambahkan, penyelesaian revitalisasi tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan siswa dan guru dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.
Kondisi ruang kelas yang lebih layak, lingkungan sekolah yang semakin tertata serta dukungan fasilitas dan mobiler baru diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih nyaman dan kondusif.
Kenyamanan Siswa Jadi Prioritas
Menurut Yuswardi, pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan bukan hanya berkaitan dengan fisik bangunan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat.
Dengan selesainya revitalisasi 113 sekolah tersebut, para siswa diharapkan dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih baik. Demikian pula para guru akan memiliki lingkungan kerja yang lebih mendukung proses pembelajaran.
“Kita ingin anak-anak kita mendapatkan tempat belajar yang nyaman. Dengan selesainya pekerjaan revitalisasi dan tersedianya mobiler baru, tingkat kenyamanan di sekolah tentunya akan semakin terasa,” ujar Yuswardi.
Ia memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan pekerjaan hingga seluruh kegiatan benar-benar selesai. Berbagai kendala yang muncul di lapangan akan terus dikoordinasikan agar tidak mengganggu pencapaian target.
Dengan progres yang telah mencapai sekitar 70 persen, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe optimistis revitalisasi 113 sekolah dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pemerintah Kota Lhokseumawe pun berharap fasilitas pendidikan yang semakin baik tersebut dapat menjadi salah satu fondasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda di Kota Lhokseumawe. (04/DH)







