Search

24 Agustus 2026

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara Buka Pelatihan Deep Learning serta Kecerdasan Artifisial bagi Guru Matematika 

admin

ACEH UTARA | REALITAACEH — Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara secara resmi membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) Reguler bagi guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Provinsi Aceh.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., di SMAN 1 Syamtalira Bayu belum lama ini.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi guru agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital.

Dalam sambutannya, Muhammad Johan menegaskan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan guru yang terus belajar dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

Menurutnya, penguasaan konsep pembelajaran mendalam, keterampilan koding, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial menjadi bekal penting bagi pendidik dalam menciptakan proses belajar yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

“Guru harus menjadi agen perubahan yang mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui pelatihan ini diharapkan lahir guru-guru yang kreatif, inovatif, dan siap membimbing peserta didik menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai penerapan Deep Learning dalam pembelajaran, pengenalan dasar Coding, serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai media pendukung pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan.

Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antar guru MGMP Matematika SMA se-Provinsi Aceh untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi profesional, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan.

Melalui semangat belajar, berkolaborasi, dan berinovasi, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Utara berharap kegiatan ini mampu melahirkan tenaga pendidik yang unggul dan siap mencetak generasi Aceh yang berprestasi, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Sementara itu, di SMAN 1 Seunuddon Terapkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” untuk Membangun Generasi dan terus berkomitmen membentuk peserta didik yang unggul, berkarakter, dan berprestasi melalui penerapan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

Program ini menjadi bagian dari budaya positif sekolah yang ditanamkan kepada seluruh warga sekolah sebagai fondasi dalam membentuk generasi emas Indonesia.

Pihak sekolah meyakini bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, SMAN 1 Seunuddon mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan tujuh perilaku positif yang menjadi kunci terbentuknya karakter unggul.

Adapun 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat tersebut meliputi: Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat dan Tidur Cepat.

Melalui penerapan kebiasaan tersebut, sekolah berharap peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, sehat, cerdas, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Selain itu, budaya positif ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik secara menyeluruh, ujar Johan.[ADV]