Search

26 Juli 2026

Revitalisasi SD Negeri 22 Tanah Jambo Aye Rp1,28 Miliar Tuai Sorotan, Publik Pertanyakan Kesesuaian Anggaran

admin

ACEH UTARA | REALITAACEH.COM – Proyek revitalisasi di SD Negeri 22 Tanah Jambo Aye kembali menjadi sorotan publik. Anggaran yang mencapai Rp1.282.586.070 dinilai memunculkan tanda tanya besar karena pekerjaan yang terlihat di lapangan disebut hanya mencakup beberapa item pekerjaan.

Berdasarkan hasil pantauan pada Rabu (8/7/2026), pekerjaan yang tampak dikerjakan di antaranya pemasangan keramik, pemasangan kusen pada sebagian bangunan, pemasangan plafon di beberapa bagian, serta pengecatan. Kondisi tersebut memicu pertanyaan mengenai kesesuaian antara nilai kontrak yang mencapai lebih dari Rp1,28 miliar dengan volume pekerjaan yang terlihat.

Sejumlah pihak pun mulai mempertanyakan apakah perencanaan anggaran telah disusun secara cermat dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Pasalnya, dengan nilai proyek yang tergolong fantastis, publik tentu berharap hasil pekerjaan juga mencerminkan penggunaan anggaran yang transparan, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, beredar berbagai dugaan mengenai kemungkinan adanya pembengkakan anggaran maupun ketidaksesuaian dalam proses perencanaan proyek. Dugaan tersebut tentu harus dibuktikan melalui audit dan pemeriksaan oleh instansi yang berwenang, sehingga tidak berkembang menjadi sekadar spekulasi.

Peran konsultan perencana maupun konsultan pengawas juga patut menjadi perhatian. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) harus dilakukan secara profesional, berdasarkan kondisi lapangan dan standar teknis yang berlaku. Jangan sampai anggaran negara yang bersumber dari uang rakyat justru membuka ruang bagi dugaan pemborosan atau mark-up.

Masyarakat berharap pihak terkait, mulai dari pelaksana proyek, konsultan, hingga instansi teknis, dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai rincian pekerjaan beserta dasar perhitungan anggarannya. Transparansi menjadi kunci untuk menjawab keraguan publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara.

Apabila nantinya ditemukan adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan realisasi pekerjaan, aparat penegak hukum maupun lembaga pengawas diharapkan segera melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap rupiah uang negara harus dipastikan benar-benar digunakan untuk kepentingan pendidikan, bukan menjadi ladang keuntungan segelintir pihak.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 22 Tanah Jambo Aye, Mukhlifuddin, saat dikonfirmasi oleh media ini pada Kamis (9/7/2026) melalui aplikasi WhatsApp, memilih bungkam alias tidak memberikan tanggapan. Hak jawab yang telah diberikan oleh media ini juga tidak direspons.

Media ini juga berupaya mengonfirmasi pihak konsultan, Faisal Yanto. Namun, saat dihubungi melalui WhatsApp, Faisal membalas bahwa dirinya sedang dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe.

“Bak jalan dari Banda u Lhok, singeuh lon tanggapi, data hana sajan,” tulis Faisal.[003/KA]