Search

14 Januari 2026

Korban Banjir dan Longsor di 14 Daerah di Aceh Capai 451 Orang, Terbanyak di Aceh Utara

Redaktur

LHOKSUKON | REALITAACEH – Musibah banjir besar telah terjadi di Aceh pada akhir November 2025.Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh terus bertambah.

Hingga Rabu (17/12/2025), tercatat 451 orang meninggal dunia, 31 orang masih hilang, dan 556.016 jiwa mengungsi.

Data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menunjukkan Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 166 orang.

Sementara 6 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Jumlah pengungsi di wilayah ini juga terbesar, mencapai 166.920 jiwa.

Daerah dengan korban meninggal terbanyak berikutnya adalah Aceh Tamiang dengan 85 orang meninggal dan 208.163 jiwa mengungsi, tanpa laporan korban hilang.

Aceh Timur mencatat 53 korban meninggal dan 23.734 pengungsi.

Sejumlah daerah lain juga terdampak signifikan, di antaranya:

– Bener Meriah: 30 meninggal, 14 hilang, 6.829 pengungsi

– Bireuen: 33 meninggal, 3 hilang, 39.737 pengungsi

– Pidie Jaya: 29 meninggal, 29.047 pengungsi

– Aceh Tengah: 24 meninggal, 4 hilang, 12.154 pengungsi.

– Aceh Tenggara: 13 meninggal, 1 hilang, 1.726 pengungsi

– Gayo Lues: 5 meninggal, 33.818 pengungsi

Untuk wilayah perkotaan, Kota Langsa mencatat 5 korban meninggal tanpa pengungsi, sedangkan Kota Lhokseumawe melaporkan 4 korban meninggal dan 325 pengungsi.

Kota Subulussalam mencatat 2 korban meninggal tanpa pengungsi.

Sementara itu, Nagan Raya melaporkan 1 korban meninggal, 3 hilang, dan 8.059 pengungsi.

Kabupaten Pidie mencatat 1 korban meninggal dengan 24.369 pengungsi.

Dua daerah, yakni Aceh Selatan dan Aceh Besar, tidak melaporkan korban meninggal maupun hilang. Namun, Aceh Besar tetap mencatat 1.135 pengungsi akibat banjir.

Pemerintah Aceh bersama BNPB dan instansi terkait terus melakukan penanganan darurat, termasuk pencarian korban hilang, distribusi bantuan logistik, serta perbaikan infrastruktur yang rusak.

Prioritas saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan percepatan pemulihan wilayah terdampak.