REDELONG | REALITAACEH – Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menjelaskan, kabupaten tersebut membutuhkan beras 46 ton sehari untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Hal ini menjawab pertanyaan seorang reje (kepala desa) dalam rapat dengan jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dan reje (kepada desa), di pendopo bupati setempat, Selasa (16/12/2025).
Kepala desa itu menyebutkan, banyak pesawat membawa bantuan yang lalu lalang di langit Bener Meriah, ke mana bantuan tersebut dan untuk siapa saja.
Mendapat pertanyaan itu, Bupati Tagore menjelaskan, saat ini pihaknya harus memberi makan seluruh warga Bener Meriah, karena seluruh kecamatan di kabupaten tersebut mengalami dampak bencana, stok beras di pasaran habis.
“Konsumsi beras kita dalam sehari butuh 46 ton, perhitungan kita 180 ribu masyarakat Bener Meriah kali 0,25 kg/jiwa per hari,” jelas Tagore.
Sementara beras yang masuk setiap harinya melalui pesawat hanya di kisaran 20-30 ton/hari. Satu unit pesawat Hercules hanya bisa membawa 10-13 ton beras, dan itu harus dibagi dua antara Aceh Tengah dan Bener Meriah. “Per harinya paling banyak hanya ada enam penerbangan pesawat Hercules. Kalau pesawat kargo itu hanya sebagian yang membawa bantuan, sebagian sudah dicarter oleh donatur atau perusahaan yang membawa barangnya,” jelas Tagore.
Dikatakan, jika ada 80 ton beras yang hilang, hitungannya gampang saja. Dalam 3 pekan terakhir, jalur masuk bantuan hanya melalui udara, di Bandara Rembele sudah jelas ada berapa pesawat masuk membawa bantuan. “Kalau 80 ton itu berarti setidaknya harus ada 13-16 Hercules yang datang. Karena per sekali penerbangan Hercules, Bener Meriah hanya dapat jatah 5-6 ton,” sebut Tagore.
Sementara setiap penerbangan sudah terdata dengan jelas apa yang dibawa, apa isinya, siapa penerima dan ke mana dibawa. “Selanjutnya juga 80 Ton itu butuh gudang yang cukup besar, cukup gampang melacaknya kalau hilang,” tambahnya.
Di sisi lain, Tagore mengajak peran aktif semua pihak dalam penanganan bencana hidrometeorologi yang menimpa setempat. Ia mengimbau agar semua bekerja dan membantu masyarakat sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Dikatakan, pemerintah daerah bisa bekerja sendiri. “Kita juga manusia, maka mari saling bahu membahu,” ucapnya.
“Dalam bencana saat ini, tidak ada yang tidak berperan. Semua kita punya peran, BPBD sudah ada tugasnya, PUPR, wartawan, reje (kades), pegiat sosial media, relawan dan semua, ayo bantu masyarakat, bantu kami pemerintah daerah untuk meringankan penderitaan masyarakat,” tambahnya.
Dia berharap, semua harus bijak dalam menggunakan sosial media dan tidak gampang terbawa isu. “Jangan mudah termakan isu sebelum jelas kebenarannya, daripada ribut di sosial media lebih baik kita fokus semua bekerja masing-masing untuk membantu masyarakat,” pungkas Tagore.







