Search

14 Januari 2026

Obat Bantuan dari Malaysia Belum Disalurkan, Dinkes Aceh Utara Masih Andalkan Stok Lokal

admin

ACEH UTARA | REALITAACEH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara menegaskan bahwa hingga kini obat-obatan bantuan dari tim medis Malaysia belum disalurkan kepada masyarakat.

Seluruh layanan kesehatan, baik di posko maupun puskesmas, masih mengandalkan stok obat milik pemerintah daerah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Abdurrahman, SKM., M.Si, menyampaikan hal tersebut kepada Realitaaceh.com pada Jumat (05/12/2025) melalui sambungan telepon. Bantuan obat tersebut merupakan sisa dari misi kemanusiaan tim medis Malaysia yang bertugas pada awal pekan, mulai Selasa hingga Rabu.

Tim berjumlah sembilan orang, terdiri dari tiga dokter, tenaga farmasi, serta beberapa petugas medis lainnya. Mereka sempat memberikan pelayanan langsung kepada pengungsi di sejumlah titik di tiga kecamatan, yaitu Tanah Jambo Aye (dua lokasi) dan Sawang. Setelah bertugas, tim kembali ke Malaysia dan menyerahkan sisa obat-obatan kepada Dinkes Aceh Utara.

“Sisa obat dari mereka sudah diturunkan di Gudang Farmasi Aceh Utara. Tapi sampai hari ini belum kita salurkan. Pelayanan masih memakai obat kita sendiri,” ujar Abdurrahman.

Ia menambahkan, jumlah obat bantuan tersebut tidak terlalu besar, diperkirakan “sekitar dua ton lebih sedikit” sesuai penjelasan tim Malaysia.

Sementara itu, seluruh 32 puskesmas tetap menjadi posko utama layanan kesehatan pascabencana. Meski sebagian besar pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing, posko tambahan juga dibuka di setiap gampong yang terdampak untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

“Situasi berubah-ubah, tapi induknya tetap di puskesmas. UGD tetap buka, dan kepala puskesmas sudah kita instruksikan agar masyarakat yang membutuhkan layanan bisa langsung datang,” jelas Abdurrahman.

Petugas kesehatan dan bidan desa juga telah diarahkan untuk siaga serta memberikan pelayanan dasar kepada warga. Dengan kondisi tersebut, Dinkes Aceh Utara memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan, meski obat bantuan dari Malaysia masih tersimpan dan belum didistribusikan.