ACEH UTARA | REALITAACEH— Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak 22 November hingga 3 Desember 2025. Berdasarkan data Pusdalops BPBD Aceh Utara, sedikitnya 68.461 kepala keluarga (215.057 jiwa) terdampak langsung akibat rumah mereka terendam.
Sementara itu, 58.055 KK (200.117 jiwa) terpaksa mengungsi ke berbagai titik aman yang disiapkan pemerintah.
BPBD mencatat, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 123 orang dilaporkan meninggal dunia dan 90 orang hilang. Selain itu, 506 orang mengalami luka-luka, terdiri dari ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas.
Kerusakan rumah warga juga cukup parah. Sedikitnya 54.261 unit rumah terendam, sementara 532 rumah dilaporkan hanyut. Banjir turut merusak lahan pertanian, dengan 12.782 hektare sawah serta 10.653 hektare tambak berada dalam kondisi terendam.
Fasilitas umum tidak luput dari dampak bencana. Sejumlah sekolah, meunasah, kantor desa, hingga fasilitas pendidikan lainnya disebut mengalami gangguan layanan. Pemerintah daerah telah menetapkan 396 titik lokasi pengungsian untuk menampung puluhan ribu warga yang kehilangan tempat tinggal.
BPBD Aceh Utara menyatakan bahwa pendataan masih berlangsung dan angka-angka tersebut dapat bertambah seiring masuknya laporan dari kecamatan-kecamatan terdampak. Selain upaya evakuasi, distribusi bantuan logistik juga terus dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Pemerintah Aceh Utara mengimbau warga tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi banjir susulan belum dapat dipastikan.







