ACEH UTARA | REALITAACEH — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi menyatakan ketidakmampuan menangani kondisi darurat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut sejak 26 November 2025.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Ismail A. Jalil, SE, MM, dalam surat bernomor 400/1832/2025 yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia di Jakarta.
Dalam laporan tersebut, Bupati menyebutkan bahwa tingkat kerusakan akibat banjir kali ini melampaui bencana Gempa dan Tsunami Aceh 2004 di beberapa wilayah pesisir. Banjir besar yang melanda tahun 2025 ini merusak seluruh wilayah Aceh Utara, baik pesisir maupun pedalaman, mencakup 27 kecamatan dan 852 gampong.
Hingga hari kedelapan, Pemkab Aceh Utara melaporkan 121 korban meninggal dunia dan 118 orang masih hilang. Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan masif pada infrastruktur publik, hilangnya tempat tinggal warga, serta merusak fasilitas umum di banyak gampong.
“Sebagian besar gampong masih terisolir dan tidak dapat dijangkau melalui jalur darat karena tingginya genangan air, longsoran material kayu, lumpur tebal, serta tumbangnya pohon dan tiang listrik,” tulis Bupati dalam surat tersebut.
Berdasarkan kondisi terkini, Pemkab Aceh Utara menilai kapasitas daerah tidak lagi memadai untuk menangani dampak bencana yang sangat besar ini. Karena itu, Bupati menyampaikan permohonan resmi kepada Presiden RI agar pemerintah pusat turun tangan memberikan bantuan penanganan darurat.
“Kami menyatakan ketidakmampuan upaya penanganan darurat bencana dan memohon kepada Bapak Presiden agar kiranya membantu penanganan banjir di Kabupaten Aceh Utara,” tulisnya.
Surat tersebut juga ditembuskan kepada sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain:
Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Menteri Dalam Negeri, Menteri PUPR, Menteri Sosial, Kepala BNPB, Gubernur Aceh, Ketua DPRA Dan Ketua DPRK Lhoksukon
Hingga kini, pemerintah pusat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait permohonan tersebut. Namun BNPB sebelumnya telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi cepat untuk daerah-daerah terdampak banjir di Aceh.







