Search

14 Januari 2026

Pacu Normalisasi Layanan Bank Aceh di Lhokseumawe dan Aceh Timur

Redaktur

BANDA ACEH | REALITAACEH – Komitmen Bank Aceh Syariah (BAS) untuk selalu hadir melayani masyarakat, terutama di masa sulit, kembali dibuktikan.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, bersama tim, melakukan kunjungan kerja ke kantor-kantor yang terdampak parah oleh bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Timur beberapa waktu lalu.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya percepatan dan penormalan kegiatan operasional bank, khususnya di daerah yang menjadi simpul ekonomi.

Fokus utama kunjungan adalah Kantor Cabang (KC) Lhokseumawe, KC Samudera Lhokseumawe, dan KC Idi di Aceh Timur.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan manifestasi dari prinsip service excellence dan kepedulian Bank Aceh terhadap nasabah.

“Kami tidak ingin musibah ini berlama-lama mengganggu akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Ekonomi rakyat harus segera bangkit, dan Bank Aceh berkomitmen menjadi pendorong utama pemulihan itu,” ujar Fadhil Ilyas.

Di KCP Lhoksukon di bawah koordinasi KC Samudera Lhokseumawe dan KCP Sampoinet yang berada di bawah koordinasi KC Lhokseumawe, tim menemukan beberapa kendala teknis dan kerusakan minor pada infrastruktur.

Namun, berkat kesiapan tim tanggap darurat Bank Aceh, perbaikan telah berjalan dengan sangat cepat yang terdiri dari pemulihan infrastruktur jaringan dimana tim teknis bekerja 24 jam untuk memastikan sistem jaringan dan koneksi internet kembali stabil, untuk transaksi real-time dan operasional ATM.

Selanjutnya Bank memastikan seluruh nasabah dapat mengakses dana mereka, baik melalui ATM dan aplikasi Mobile Banking Action Bank Aceh maupun melalui layanan terbatas di kantor-kantor yang telah dinormalisasi.

Fadhil Ilyas menekankan bahwa di tengah kondisi darurat bencana, Bank Aceh memiliki tanggung jawab sebagai institusi perbankan daerah yang harus menjamin akses layanan keuangan masyarakat tetap berjalan.

“Kami tidak hanya fokus pada pemulihan gedung dan sistem. Prioritas utama kami adalah bagaimana masyarakat dapat segera kembali bertransaksi dengan nyaman, dan bagaimana karyawan kami yang terdampak dapat segera bangkit,” ujar Fadhil.

Kunjungan dirut dan tim langsung menghasilkan keputusan cepat dan strategis untuk mempercepat pemulihan operasional yaitu akselerasi pembersihan dan perbaikan.

Tim teknis segera dikerahkan untuk melakukan pembersihan menyeluruh dan perbaikan minor pada kantor yang kerusakannya tidak terlalu parah, seperti pada beberapa bagian di KC Idi.

Prioritas pemulihan jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) menjadi fokus utama agar kebutuhan mendesak masyarakat untuk menarik tunai dapat terpenuhi.

Inisiatif proaktif yang dipimpin langsung oleh Dirut Fadhil Ilyas ini menunjukkan kepedulian Bank Aceh terhadap pelayanan publik, bahkan di masa darurat bencana.

Bank Aceh membuktikan diri bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam upaya tanggap dan pemulihan bencana.

Bank Aceh menargetkan seluruh kegiatan operasional di kantor cabang yang terdampak langsung dapat kembali normal dalam waktu dekat.