Search

10 September 2026

Wartawan Haiqal Al Fikri Dirujuk ke RS Cut Mutia, Diduga Dihantam Oknum Anggota TNI Saat Lerai Kericuhan

Redaktur

LHOKSEUMAWE | REALITAACEH Wartawan beritamerdeka.net, Haiqal Al Fikri, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota TNI dari jajaran Kodim Aceh Utara, kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Cut Mutia Kota Lhokseumawe untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sebelumnya, Haiqal sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Tanah Luas. Keuchik Gampong Ampeh, Murhadi, membenarkan bahwa korban telah dirujuk ke rumah sakit di Kota Lhokseumawe.

“Betul, korban sudah dirujuk ke Kota Lhokseumawe. Sebelumnya dirawat di puskesmas,” kata Murhadi.

Korban dirujuk sekitar pukul 19.30 WIB. Saat tiba di RS Cut Mutia, Haiqal masih menjalani proses pemeriksaan medis, termasuk pemeriksaan rontgen.

“Saat ini korban sedang menunggu proses rontgen,” kata KTU RS Cut Mutia, Jalaluddin.

Haiqal diketahui merupakan wartawan beritamerdeka.net yang bertugas di wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Ia juga tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, mengaku telah menerima informasi mengenai dugaan pemukulan terhadap Haiqal. PWI Aceh, kata dia, masih menunggu informasi lengkap dari PWI Kota Lhokseumawe terkait kronologi kejadian.

“Kita sedang menunggu informasi lengkap dari PWI Kota Lhokseumawe. Baik sebagai wartawan maupun sebagai ketua pemuda Desa Ampeh, dia melerai kericuhan. Tapi kenapa oknum TNI menghantamnya,” ujar Nasir.

Diduga Dipukul Saat Meleraikan Kericuhan

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 27 Agustus 2026, saat berlangsung pertandingan sepak bola antargampong di Lapangan Bola Kaki Bumi Gas, Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Haiqal saat itu sedang menjalankan tugas jurnalistik meliput pertandingan antara kesebelasan Gampong Ampeh dan Gampong Trieng. Selain sebagai wartawan, Haiqal merupakan warga Gampong Ampeh dan disebut berupaya melerai kericuhan yang terjadi setelah pertandingan.

Keuchik Gampong Ampeh, Murhadi, mengatakan dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab Haiqal menjadi korban.

“Saya juga tidak mengerti kenapa Haiqal yang dipukul oleh oknum TNI. Haiqal merupakan warga kami dan setelah kejadian sudah dibawa ke Puskesmas,” kata Murhadi.

Menurut informasi yang diperoleh, kericuhan bermula setelah pertandingan antara Gampong Ampeh dan Gampong Trieng berakhir. Salah seorang pemain dari Gampong Trieng diduga melakukan selebrasi yang dianggap memprovokasi pendukung Gampong Ampeh.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi keributan. Haiqal yang berada di lokasi berupaya melerai agar kericuhan tidak semakin besar.

Dalam situasi tersebut, seorang oknum anggota TNI yang disebut bertugas di Koramil Tanah Luas diduga menghantam Haiqal menggunakan lutut pada bagian rusuk.

Akibat kejadian itu, korban mengeluhkan kesulitan bernapas dan kemudian mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Tanah Luas sebelum akhirnya dirujuk ke RS Cut Mutia Kota Lhokseumawe.

Pihak keluarga mengaku keberatan atas kejadian yang menimpa Haiqal dan meminta agar persoalan tersebut ditangani secara serius sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak bisa menerima perlakuan anggota TNI itu,” ungkap pihak keluarga saat berada di rumah sakit.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari jajaran Kodim Aceh Utara maupun pihak terkait mengenai dugaan penganiayaan tersebut. (Red)