ACEH UTARA | REALITAACEH — Sekitar 560 warga Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, yang mengungsi ke Desa Alue Luhoep, Kecamatan Cot Girek, mengaku belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah daerah sejak banjir melanda kawasan mereka beberapa hari terakhir.
Ketua Pemuda Desa Rumoh Rayeuk, Basri, saat di konfirmasi oleh media ini melalui seluler sudah, mengatakan bahwa seluruh pengungsi kini bertahan dengan bantuan seadanya dari warga setempat.
“Untuk makan kami di sini dibantu masyarakat. Kami mengungsi di pasar Alue Luhoep, ada sekitar lima titik. Stok makanan sudah menipis karena warga di sini juga sudah kehabisan persediaan,” ungkapnya.
Selain kekurangan bahan pangan, para pengungsi juga mulai kesulitan mendapatkan air bersih dan obat-obatan. Kondisi ini membuat banyak anak-anak dan lansia berada dalam kondisi rentan.
“Kami sangat berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan tanggap darurat. Banyak anak yang sudah terancam kelaparan,” tambah Basri.
Ia menyebutkan, sejak hari pertama banjir hingga kini, bantuan yang diterima hanya berasal dari warga Alue Luhoep. Namun kondisi tersebut tidak lagi mencukupi karena jumlah pengungsi yang besar.
“Kini sebagian pengungsi mulai sakit-sakitan. Kami benar-benar membutuhkan perhatian segera dari pemerintah,” tutupnya.







