Search

14 Januari 2026

Oknum Posko Bencana Kecamatan Tanah Jambo Aye Diduga Kutip Biaya Pada Penerima Bantuan

admin

Foto : ilustrasi AI

ACEH UTARA | REALITAACEH | Pasca banjir dahsyat yang menghantam kawasan permukiman penduduk Aceh Utara November 2025 lalu, berbagai bantuan dari donasi lokal maupun luar daerah ikut mengalir ke bumi pase, sebagai bentuk kepedulian sosial antar sesama manusia.

Bencana alam yang merenggut korban jiwa dalam jumlah besar dan disusul krisis pangan membuat sebagian besar warga korban banjir mengalami kelaparan berkelanjutan. Bahkan hingga hari ini belum dapat teratasi seperti warga korban bencana di daerah pedalaman Aceh Utara.

Yang sangat disesalkan, ternyata ada oknum posko bencana darurat Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara yang mencari kesempatan dibalik bencana alam diduga mengutip biaya pada penerima barang bantuan dengan dalih biaya muat barang.

Biaya yang dikutip bervariasi mulai ratusan ribu hingga jutaan / posko / desa. Praktek illegal ini dinilai sangat berbahaya akan merugikan warga korban musibah bencana tentu pihak donasi akan menghentikan penyaluran bantuan berikutnya untuk Aceh Utara.

Parahnya lagi, praktik tak terpuji itu terjadi pula di posko induk Kecamatan atau yang lebih dikenal kampung bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa sehingga muncul dugaan bagaikan adanya’ pembiaran dari orang nomor satu di daerah ini.

Berikut ini data yang di peroleh awak media sbb :

Camat Tanah Jambo Aye, Fauzi Saputra, yang dikonfirmasi ulang via WhatsApp mengatakan : Waalaikumsalam, terima kasih sebelumnya. Dapat kami sampaikan bahwa hal tersebut merupakan permintaan dari para geuchik, dan penentuan teknisnya juga berada di tangan geuchik. Relawan di posko hanya menjalankan dan mengikuti hasil kesepakatan para geuchik.

Alangkah baiknya apabila abang dan rekan-rekan dapat berkunjung langsung serta berkomunikasi dengan relawan di posko, karena relawan yang saat ini bertugas bekerja dengan ikhlas lillahita’ala dan mereka juga merupakan korban dari bencana ini. (MD)