JAKARTA | REALITAACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan pemerintah telah memproduksi 63.230 dokumen gratis bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Dokumen tersebut meliputi Kartu Keluarga (KK), KTP elektronik, akta kelahiran, hingga akta kematian.
“Dan sampai hari ini sudah diproduksi sebanyak 63.230 dokumen dan ini semua tidak bayar. Mulai dari Kartu Keluarga, KTP elektronik, ada juga akta kelahiran, akta kematian, dan lain-lain yang diperlukan di dalam data itu,” kata Tito dalam konferensi pers penanganan bencana di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Tito menyatakan kementerian yang dipimpinnya akan terus bekerja membantu pengurusan kehilangan dokumen akibat bencana.
“Kami akan terus bekerja, artinya membantu masyarakat yang kehilangan dokumen, supaya mereka punya data-data dokumen mereka dan sekali lagi tidak dipungut bayaran,” tutur Tito.
Sebelumnya, pihaknya juga telah membentuk tim untuk mendata Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang tidak beroperasi akibat bencana.
Berdasarkan pendataan tersebut, hanya tiga Dukcapil yang benar-benar tidak berjalan, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa. “Nah, untuk yang rusak ini kita perbaiki dan sudah berjalan,” beber dia.
Adapun pengurusan dokumen tanpa biaya bagi korban banjir merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta Mendagri mengawal pelaksanaannya agar tidak ada pihak tidak bertanggung jawab yang meminta pungutan liar.
“Tetapi juga kami memohon diberikan catatan, Pak Mendagri, untuk dilakukan monitoring dan supaya di dalam pelaksanaannya tidak ada oknum-oknum di lapangan yang memanfaatkan situasi,” tandas Prasetyo.
Sumber: Kompas.com







