Search

14 Januari 2026

Dinkes Aceh Utara Akhirnya Salurkan Obat Bantuan Malaysia ke Posko Utama Puskesmas

admin

ACEH UTARA | REALITAACEH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara akhirnya mulai menyalurkan obat-obatan bantuan dari tim medis Malaysia ke posko utama pengungsian yang terpusat di setiap Puskesmas.

Dari posko utama tersebut, obat kemudian didistribusikan ke posko-posko desa yang menampung para pengungsi.

Pantauan REALITAACEH.COM di beberapa desa menunjukkan bahwa tenaga medis telah memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak bencana dengan menggunakan obat-obatan bantuan Malaysia.

Foto : Obat Bantuan Malaysia Di Posko Utama Puskesmas Tanah Jambo Aye.

Sejumlah pos kesehatan yang telah menerima dan menyalurkan obat tersebut antara lain Pos Kesehatan Teupin Bayu, Teupin Gajah, Biram Rayeuk, Alue Papeun, dan Biara Timur.

Kepala Puskesmas Tanah Jambo Aye, H. Yusriadi, memastikan bahwa seluruh titik pengungsian di wilayah tersebut sudah mendapatkan pasokan obat-obatan, baik dari Dinkes Aceh Utara maupun yang berasal dari bantuan Malaysia.

“Seluruh pengungsian sudah kita salurkan obat-obatan dari Dinkes Aceh Utara dan obat bantuan dari Malaysia melalui posko kesehatan Puskesmas Tanah Jambo Aye,” ujar Yusriadi.

Ia mengimbau masyarakat yang masih memiliki keluhan kesehatan untuk segera menghubungi pihak Puskesmas melalui nomor WhatsApp +62 852-7787-3788.

“Kami akan mendatangi lokasi yang mungkin belum mendapatkan obat. Kami juga memohon kepada para keuchik dan tokoh masyarakat agar terus berkoordinasi dengan Puskesmas sehingga penyaluran obat dapat berjalan lancar,” tambahnya.

Yusriadi menyebutkan bahwa stok obat yang tersedia di posko kesehatan Tanah Jambo Aye masih mencukupi, termasuk pasokan yang dikirimkan Dinkes Aceh Utara.

Sebelumnya diberitakan, Dinkes Aceh Utara menyampaikan bahwa obat-obatan bantuan dari Malaysia belum sempat disalurkan karena pelayanan kesehatan masih mengandalkan stok milik pemerintah daerah. Kepala Dinkes Aceh Utara, Abdurrahman, menjelaskan bahwa obat bantuan tersebut telah disimpan di Gudang Farmasi Aceh Utara.

“Sisa obat dari mereka sudah diturunkan di Gudang Farmasi Aceh Utara. Tapi sampai hari ini belum kita salurkan. Pelayanan masih memakai obat kita sendiri,” kata Abdurrahman saat itu.

Ia menambahkan bahwa jumlah obat bantuan dari Malaysia tidak terlalu besar, diperkirakan “sekitar dua ton lebih sedikit” sesuai keterangan tim medis negara tersebut.