LHOKSUKON | REALITAACEH – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Azhari Cage bersama senator lainnya membangun 12 sumur bor di tiga kecamatan Kabupaten Aceh Utara untuk korban banjir yang masih mengungsi, Kamis (19/12/2025).
Dari 12 sumur yang dibangun tersebut, delapan di antaranya diperuntukan untuk delapan desa dalam Kecamatan Langkahan, yaitu, Leubok Mane, Desa Blang, Paya Tukai, Alue Dua, Bantayan, Matang Keutapang, Krueng Lingka dan Pante Gaki Bale.
Sedangkan tiga sumur lainnya dibangun di Kecamatan Baktiya Barat dua sumur bor dan satu lagi di Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Pembangunan sumur bor tersebut dimulai di Gampong Kampung Blang sebagai titik awal, dan akan dilanjutkan ke desa-desa lain di Kecamatan Langkahan.
Program ini merupakan hasil solidaritas dan dukungan anggaran dari sejumlah anggota DPD RI lintas provinsi yang dilakukan Azhari Cage.
Masing-masing, Muslim Yatim dari Sumatera Barat, Leni John Latief dari Bengkulu, Ustaz Zuhri dari Bangka Belitung, serta Darmansyah dari Bangka Belitung.
Keuchik Blang Kecamatan Langkahan Muhammad menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan tersebut.
Menurutnya, banjir bandang yang melanda wilayah itu beberapa hari lalu menyebabkan krisis air bersih yang cukup parah.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Azhari Cage dan rekan-rekan anggota DPD RI yang telah membantu pembangunan sumur bor di desa kami. Bantuan ini sangat dibutuhkan warga setelah banjir bandang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi infrastruktur pertanian yang rusak akibat banjir, terutama jaringan irigasi.
Menurutnya, jika hanya mengandalkan anggaran daerah, pemerintah kabupaten akan sangat kewalahan mengingat Aceh Utara memiliki ratusan desa.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi kami. Sawah masih ada, tetapi irigasi rusak total.
Dengan kemampuan daerah yang terbatas, ini sangat berat,” katanya.
Sementara itu, Azhari Cage kepada jurnalis Jumat (19/12/2025), menjelaskan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan langkah darurat untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami warga Langkahan pascabanjir.
Ia menyebutkan, tidak mungkin kebutuhan air bersih terus dipenuhi dengan cara distribusi air menggunakan tangki.
“Kecamatan Langkahan ini sebagian besar terendam banjir dan warga sangat kesulitan air minum. Karena itu, hari ini kita mulai pembangunan delapan unit sumur bor di delapan desa,” kata Alidari.
Ia mengungkapkan, pembangunan sumur bor ini juga didukung oleh sejumlah anggota DPD RI lainnya, yakni Muslim Yatim dari Sumatera Barat,Leni dari Bengkulu, Ustaz Zuhri dari Bangka Belitung, serta Darmansyah dari Bangka Belitung.
“Dari sumbangan rekan-rekan senator, kita tidak hanya membangun delapan unit sumur bor di Langkahan, tetapi juga dua unit di Kecamatan Baktiya dan satu unit di Kecamatan Tanah Jambo Aye. Total ada 12 unit sumur bor yang akan dibangun,” ujarnya.
Azhari menegaskan, langkah tersebut diambil karena belum optimalnya penanganan krisis air bersih pascabencana.
Ia pun mengajak masyarakat untuk saling membantu dalam kondisi darurat.
“Kalau kemarin ada semangat warga jaga warga, hari ini juga kita harapkan warga bantu warga. Krisis air minum, pangan, dan usaha ini terjadi di banyak tempat, salah satunya di Langkahan,” katanya.
Selain pembangunan sumur bor, dalam kunjungan tersebut Azhari Cage bersama rombongan juga menyalurkan bantuan sembako dan alas tidur bagi warga terdampak.
Kegiatan itu merupakan kunjungan ketiga Azhari Cage ke Kecamatan Langkahan sejak bencana banjir melanda wilayah tersebut.
“Kita berharap upaya kecil ini bisa meringankan beban warga. Semoga pemerintah benar-benar hadir untuk menyelesaikan krisis air bersih, pangan, dan pemulihan ekonomi masyarakat,” tutup Cage.







