Search

14 Januari 2026

Pemadaman Bergilir di Nagan Raya, Lebih Lama Padam daripada Nyala

Redaktur

SUKA MAKMUE | REALITAACEH – Pemadaman bergilir masih berlangsung hingga Senin (8/12/2025) di Kabupaten Nagan Raya.

Listrik yang sudah 13 hari gangguan itu, lebih banyak padam dari pada menyala di kabupaten penghasil batu giok tersebut.

Beberapa masyarakat Nagan Raya menyampaikan harapan agar listrik bisa kembali normal.

“Dampak listrik lebih banyak padam masyarakat sangat mengeluh,” ujar Ardiandi, warga Nagan Raya kepada Serambinews.com, Senin (8/12/2025).

Dikatakan, sejak listrik padam banyak usaha yang tidak jalan dan tutup, sebab listrik menjadi kebutuhan hari-hari.

“Kami berharap pemadaman bergilir ini segera diatasi,” tambah Husin, warga lainnya.

Permintaan genset tinggi

Sementara itu, masyarakat Nagan Raya yang menggunakan genset sudah 12 pekan ini tinggi sebagai alternatif penerang malam hari.

Bahkan, permintaan genset juga tinggi dengan harga jual juga bervariasi antara Rp 1,5 juta hingga Rp 7 juta tergantung merk.

“Genset menjadi pilihan. Apalagi listrik padam sangat lama waktu 1 – 3 hari baru menyala. Sebentar menyala padam lagi,” ujar Surya warga Simpang Peut Nagan.

Dikatakan, bahkan banyak toko genset menjadi kosong karena ramai yang beli; dan terkadang harus dipesan dulu.

Jaringan terganggu

Keluhan warga semakin bertambah, jaringan wifi, Telkomsel dan layanan seluler lain juga ikut gangguan saat listrik padam.

“Terkesan kompak. Kami dengan katanya BTS tidak pakai genset sehingga saat padam juga ikut terganggu jaringan HP dan wifi,” kata Udin, warga Nagan Raya.

Ia berharap adanya kondisi ini perlu diatasi termasuk pemerintah perlu mencarikan solusi, sehingga ketika listrik padam layanan telepon terganggu ke depan tidak terulang.

Antrean BBM

Sementara itu, antrean panjang kendaraan mengisi BBM di 5 SPBU di Nagan Raya hingga Minggu masih terjadi.

Lima SPBU yakni SPBU Suak Puntong Kecamatan Kuala, SPBU Blang Muko Kecamatan Kuala, SPBU Paya Udan Kecamatan Seunagan dan 2 di Kecamatan Darul Makmur yakni SPBU Alue Bilie dan SPBU Kuta Trieng.

Antrean bukan saja kendaraan roda empat; enam dan dua, juga ramai warga antrian dari kalangan warga yang membeli dengan jeriken untuk minyak genset jenis Pertamax.

“Kami berharap Pertamina harus selalu menyediakan stok yang banyak sehingga ke depan tidak ada istilah habis BBM di SPBU,” ujar Khalid, warga Nagan Raya.