BANDA ACEH | REALITAACEH Pemerintah Aceh merilis laporan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Hingga pukul 20.00 WIB, tercatat 18 kabupaten/kota, 226 kecamatan, dan 3.310 gampong terdampak banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Data dari Posko Terpadu Pemerintah Aceh menunjukkan bahwa 214.382 kepala keluarga atau 1.418.872 jiwa telah terdampak langsung oleh bencana ini. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 443.001 jiwa dari 97.305 kepala keluarga, yang tersebar pada 828 titik pengungsian di seluruh Aceh.
Korban luka juga terus bertambah. Saat ini tercatat 1.435 orang mengalami luka ringan dan 403 orang luka berat. Selain itu, pemerintah memastikan adanya 173 korban meninggal dunia serta 204 warga dinyatakan hilang.
Pemerintah Aceh melalui Posko Komando Tanggap Darurat terus melakukan koordinasi untuk percepatan evakuasi, distribusi logistik, dan penanganan medis.
Juru Bicara Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Muthrial Hamuddin, menyampaikan bahwa seluruh instansi terkait telah dikerahkan untuk menangani situasi darurat ini.
Operasi pencarian korban hilang masih berlangsung, sementara ribuan relawan serta aparatur pemerintah daerah terus memperkuat upaya penanganan di lapangan.
Pemerintah Aceh juga membuka akses data bersama untuk memastikan transparansi dan percepatan koordinasi lintas lembaga.







