ACEH UTARA | REALITAACEH – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak 22 November terus meluas hingga berdampak pada sedikitnya 4.441 jiwa (2.668 KK). Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara pada Rabu (26/11/2025) mencatat 620 warga terpaksa mengungsi akibat tingginya debit air di sejumlah kecamatan.
Laporan resmi BPBD menyebutkan terdapat 21 kecamatan terdampak banjir, antara lain Tanah Jambo Aye, Samudera, Syamtalira Aron, Lhoksukon, Matang Kuli, Seunuddon, Baktiya, Baktiya Barat, Muara Batu, Dewantara, dan Tanah Luas.
Ketinggian air bervariasi, mulai 30 hingga 150 sentimeter, terutama di kawasan dataran rendah dan area persawahan yang dialiri sejumlah sungai besar seperti Krueng Pase.
Selain pemukiman, banjir juga menggenangi menara air sekolah, kantor desa, dan lahan persawahan, bahkan merendam fasilitas publik seperti SMAN 1 Samudera, Pos Pelayanan Kesehatan di beberapa gampong, serta dayah/pesantren di sejumlah kecamatan.
620 Warga Mengungsi
Sebanyak 620 orang, terdiri dari balita, anak-anak, lansia dan ibu hamil, telah dipindahkan ke beberapa titik lokasi aman seperti balai desa, gedung keuchik, dan masjid.
BPBD juga mencatat 571 unit rumah terendam antara 30–150 cm. Sejumlah ruas jalan desa tidak dapat dilalui kendaraan akibat arus deras maupun genangan air yang tinggi.
Pertanian dan Sungai Meluap
Beberapa kecamatan melaporkan banjir akibat meluapnya Sungai Krueng Pase, terutama di wilayah Baktiya dan Samudera. Di sejumlah lokasi, warga terjebak di rumah dan harus dievakuasi menggunakan perahu karet.
Di Kecamatan Seunuddon, area persawahan dengan luas 200 meter dilaporkan terendam air hingga berpotensi mengganggu masa tanam.
Satu Warga Meninggal Dunia
Sebelumnya, seorang warga Gampong Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, bernama M. Afdalil (27) ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir saat melintas dengan sepeda motor di jalan persawahan. Korban ditemukan 50 meter dari lokasi kejadian setelah operasi pencarian selama tiga jam oleh warga, aparat kepolisian, dan TNI.
Imbauan Waspada
BPBD Aceh Utara mengingatkan potensi banjir masih tinggi karena curah hujan yang belum mereda. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di dekat aliran sungai dan kawasan rendah.
“Kami mengimbau warga tidak memaksakan diri melintasi banjir, terutama yang memiliki arus kuat,” tulis BPBD dalam laporan resminya.







