Search

1 Desember 2025

“Hands for Humanity 2025”: KSR PMI Unsam Prioritaskan Bantuan bagi Pasien Thalasemia

Redaktur

Langsa | REALITAACEH – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Samudra (KSR-PMI Unit Unsam) kembali menunjukkan komitmennya dalam gerakan sosial melalui kegiatan “Hands for Humanity 2025” yang digelar pada Senin, (234/11/25).

Aksi kemanusiaan ini dipusatkan pada upaya membantu pasien thalasemia melalui penghimpunan dan penyaluran donasi berupa paket sembako bagi keluarga pasien thalasemia yang berasal dari kalangan kurang mampu.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan layanan donor darah di lingkungan Universitas Samudra sebagai dukungan tambahan bagi kebutuhan transfusi rutin para penderita.

 

Donasi sembako menjadi agenda utama dalam aksi ini, dengan total 10 paket bantuan yang disalurkan kepada pasien thalasemia. Bantuan tersebut dihimpun dari kontribusi kampus, mahasiswa, serta dana pribadi para anggota KSR-PMI Unit Unsam. Upaya ini dilakukan untuk meringankan beban keluarga pasien yang membutuhkan dukungan moral maupun material dalam menjalani pengobatan berkelanjutan.

“Selama ini banyak yang belum tahu tentang kondisi pasien thalasemia yang memang mereka hidupnya penuh perjuangan, Kami berharap bisa mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk mau peduli dengan para pasien ini yang mayoritasnya anak-anak”, tambahnya.

Di sisi lain, kegiatan donor darah tetap mendapat antusiasme dari mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika lainnya. Pelayanan dilakukan oleh relawan KSR-PMI Unit Unsam mulai dari registrasi, pemeriksaan kesehatan hingga proses pengambilan darah, bekerja sama dengan Unit Donor Darah PMI Kota Langsa.

Komandan KSR-PMI Unit Unsam, Fatih Rahman, menyampaikan bahwa kegiatan Hands for Humanity 2025 menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap sesama.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada organisasi mahasiswa lain seperti salah satunya Pramuka Racana Universitas Samudra yang telah ikut berkontribusi dalam aksi ini.

“Kami ingin aksi ini menjadi sebuah gerakan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pasien thalasemia yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.

Bantuan dan rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi keluarga pasien thalasemia yang menjalani terapi rutin dan membutuhkan kepedulian berkelanjutan.