SIGLI | REALITAACEH– Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan depan Pidie Convention Center (PCC) Sigli mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Proyek pendidikan yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 200 miliar ini dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Pidie.
Salah satu eks-kombatan, Komandan Ibrahim Pidie, menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Ia berharap agar para mantan kombatan juga dapat dilibatkan dalam proses pembangunan, khususnya dalam pekerjaan lapangan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Kami mendengar ada rencana pembangunan Sekolah Rakyat bernilai besar. Ini niat yang baik untuk anak-anak kita, terutama dari kalangan kurang mampu. Kami ingin ikut berkontribusi agar merasa menjadi bagian dari pembangunan itu,” ujar Ibrahim Pidie kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, pelibatan masyarakat lokal, termasuk mantan kombatan, tidak hanya memberikan kesempatan kerja, tetapi juga dapat memperkuat rasa memiliki terhadap proyek strategis tersebut.
Ibrahim mengungkapkan, pengalaman masa lalu menjadi pembelajaran berharga agar setiap program pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran. Ia menilai proyek Sekolah Rakyat dapat menjadi momentum positif untuk memperluas kesempatan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami tidak meminta bantuan uang, tapi berharap diberikan kesempatan untuk bekerja dan berlatih. Dengan begitu, kami bisa ikut berperan sekaligus meningkatkan kemampuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ibrahim menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh visi pendirian Sekolah Rakyat yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu serta memperkuat pembangunan SDM di Aceh.
Ia menyebutkan, program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kami menyambut baik pendirian sekolah ini karena akan membuka peluang pendidikan lebih luas bagi anak-anak Aceh, sekaligus menjadi langkah nyata memutus rantai kemiskinan,” tambahnya.
Ibrahim berharap, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sekolah tersebut dapat menjadi simbol kebersamaan dan semangat rekonsiliasi yang membawa manfaat bagi daerah.
“Kami ingin menjadi bagian dari sejarah baik ini, berkontribusi nyata untuk masa depan generasi penerus,” tutupnya.
Laporan : Fahrul







