Search

14 Januari 2026

Viral Nenek di Jakbar Belanja Pakai Uang Palsu, Tiap Lembar Dibeli Rp 50 Ribu

Redaktur

Jakarta | REALITAACEH – Viral di media sosial (medsos) seorang nenek diduga berbelanja menggunakan uang palsu. Dugaan ini muncul setelah sejumlah pedagang curiga dengan uang yang dipakai belanja oleh si nenek.

Dalam rekaman video yang beredar, kejadian ini disebutkan terjadi di Pasar Patra, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Video tersebut menjelaskan bahwa dugaan nenek itu berbelanja dengan uang palsu terjadi pada Selasa (11/11).

Di video tersebut terlihat seorang nenek mengenakan jilbab berwarna ungu sedang ditanya-tanya oleh sejumlah pedagang. Nenek tersebut diminta mengeluarkan uang pecahan Rp100 ribu dari dalam dompetnya yang diduga palsu.

Saat beberapa uang pecahan Rp100 ribu itu dikeluarkan dari dompet oleh si nenek, seorang pedagang menyebut bahwa uang-uang tersebut diduga palsu. Pedagang lainnya pun mengatakan dalam rekaman video bahwa nenek tersebut sudah beberapa kali diperhatikan oleh para pedagang terkait uang belanja yang digunakan.

“Kalau kemungkinan uang palsunya cuma satu, kita bisa maklum. Tapi kalau dua, maaf nih, ibu sebelumnya beberapa hari yang lalu belanja di ibu itu beli tomat, uangnya palsu juga,” ujar salah satu pedagang.

“Kenapa ibu itu di sini langsung dikamerain sama teman saya? Karena ibu itu pernah belanja di sana juga, makanya ibu langsung difoto tuh. Pas belanja di sini juga ada di foto tuh. Bukan apa-apa, ini ibu-ibu ada indikasi pengedar uang palsu ya, nih,” ucap pedagang lainnya.

Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Ganda Jaya Sibarani, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan nenek berusia 70 tahun berinisial RM. Saat diamankan, pihaknya turut menyita empat lembar uang pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu.

“Jadi, saya dapat informasi dari warga yang mengamankan ibu-ibu itu. Terus kita ke sana, ada seorang ibu berumur 70 tahun. Kami dapat serahan barang bukti dari warga, ada empat lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu,” ujar Ganda kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).

Ganda menjelaskan, RM saat kejadian tengah berbelanja di pasar menggunakan uang yang diduga palsu tersebut. Ia menyebut uang itu diduga palsu lantaran terdapat kesamaan nomor cetak pada masing-masing lembar.

“Secara kasat mata terlihat diduga uang palsu karena nomornya sama, nomor serinya. Dari empat lembar itu, dua lembar nomornya sama dan dua lainnya juga sama,” jelas Ganda.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengecekan uang tersebut harus melalui laboratorium forensik. Saat ini RM masih dimintai keterangan di Mapolsek Kebon Jeruk.

Dari hasil pemeriksaan sementara, RM mengaku menerima uang palsu itu dari seseorang dengan cara membelinya. Ia membeli uang palsu pecahan Rp100 ribu dengan harga Rp50 ribu per lembar.

“Jadi pengakuannya, dia dapat dari seseorang. Dia tergiur karena ditawarkan oleh orang itu, ya akhirnya dibeli. Satu lembar uang pecahan Rp100 ribu dibeli Rp50 ribu,” ujar Ganda.

Ganda menambahkan, pihaknya kini fokus mencari sosok yang menjual uang palsu kepada RM. Sementara RM sendiri belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Sekarang kita fokusnya mencari orang yang menjual uang itu ke ibu ini. Masalah pemalsuan uangnya itu yang sedang kita telusuri. Kita masih menggali keterangan untuk mencari petunjuk siapa yang menjual ke dia,” ucap Ganda.

“Sampai saat ini belum (ditetapkan tersangka), kami masih memeriksa secara intensif. Fokus kami ke penjual uang palsu dulu. Penyelidikan masih berlangsung untuk mendapatkan petunjuk,” imbuhnya.

 

 

 

Sumber : detik.com

Bacaan Lainnya

Nothing Found! Ready to publish your first post? Get started here.