Search

1 Desember 2025

SAPA Kritik Keras Pemadaman Listrik Berulang di Aceh, Desak Pemerintah Bertindak

Redaktur

Banda Aceh | REALITAACEH — Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) kembali menyoroti persoalan pemadaman listrik yang terus berulang di berbagai kabupaten/kota di Aceh sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut dinilai merugikan masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor pelayanan publik yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya dipastikan berjalan dengan baik oleh pemerintah maupun PLN. Ia menyebut rangkaian pemadaman yang terus terjadi sebagai bukti minimnya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Aceh.

“Ini persoalan serius. Tahun ini Aceh sudah berulang kali mengalami mati lampu hampir di semua kabupaten/kota. Masyarakat rugi, kegiatan usaha terganggu, dan pelayanan publik ikut berhenti. Listrik adalah kebutuhan dasar, dan negara wajib memberi layanan terbaik untuk rakyat Aceh,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Fauzan menilai situasi ini semakin ironis mengingat Aceh memiliki kontribusi sejarah besar dalam perjalanan berdirinya Republik Indonesia. Menurutnya, Aceh seharusnya mendapat perhatian lebih dalam pemenuhan kebutuhan dasar.

“Aceh punya sejarah penting dalam membantu berdirinya NKRI. Wajar jika Aceh diperlakukan secara istimewa. Namun kenyataannya, hingga kini kebutuhan dasar seperti listrik masih sering bermasalah,” katanya.

SAPA mendesak Pemerintah Aceh untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas. Pemerintah daerah diminta menekan pemerintah pusat serta PLN agar melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di Aceh.

“Pemerintah Aceh harus bersikap. Harus ada tuntutan jelas kepada PLN dan pemerintah pusat untuk memperbaiki kondisi ini. Aceh berhak mendapatkan listrik yang stabil dan berkualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembenahan sistem kelistrikan di Aceh harus menjadi prioritas, mulai dari peningkatan kapasitas pembangkit, perbaikan jaringan, hingga perbaikan tata kelola.

“Ke depan tidak boleh ada lagi cerita mati lampu di Aceh. Ini menyangkut pelayanan publik dan masa depan pembangunan. Jika listrik saja tidak stabil, Aceh akan terus tertinggal,” tutup Fauzan.