Search

2 Maret 2026

Prabowo resmikan 1.179 dapur MBG Polri, diklaim akan mampu serap puluhan ribu tenaga kerja

Redaktur

Presiden Prabowo Subianto ditemani Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau green house milik SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat. (Dok. Sekretariat Presiden)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (13/2) meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) se-Indonesia.

Sebelum peresmian secara simbolik di SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Prabowo terlebih dulu meninjau dapur MBG Polri dan green house yang menjadi bagian dari rantai pasok dapur, didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BGN Dadan Hindayana.

Sebanyak 1.179 SPPG Polri yang diresmikan terdiri dari 1.072 SPPG eksisting dan 107 yang masih progres pembangunan. Dalam pidatonya, Prabowo mengaku bangga dengan standar tinggi yang diterapkan dalam dapur MBG milik Polri.

“Saya merasa puas hati karena saya melihat salah satu institusi yang sangat penting bagi negara dan bangsa kita, yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mengambil inisiatif di suatu bidang yang seolah-olah tidak merupakan tugas pokoknya,” kata Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan langsung di akun Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (13/1). (Dok. Sekretariat Presiden)

Dalam paparannya, Kapolri Listyo menjelaskan bahwa dari 1.179 SPPG milik Polri di seluruh Indonesia, 411 di antaranya telah beroperasi, 162 persiapan operasional, 499 dalam tahap pembangunan dan akan rampung pada Maret, dan 107 dalam tahap ground breaking.

Dia melanjutkan, 201 SPPG Polri telah memiliki sertifikat laik higienis-sanitasi, 119 telah bersertifikat halal, dan 147 telah memiliki sertifikat uji laboratorium.

“Sebanyak 33 SPPG di antaranya dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Secara khusus di Papua, Polri saat ini sedang melaksanakan survei bersama Badan Gizi Nasional untuk mencapai titik lokasi pembangunan SPPG di Provinsi Papua Pegunungan, Papua Baratdaya, dan Papua Tengah,” kata Listyo.

“Guna memastikan layanan berjalan aman dan lancar, Polri telah merekrut 596 bintara kompetensi khusus (bakomsus), di mana 97 di antaranya adalah Bakomsus Gizi dan Kesehatan Masyarakat yang bertugas membantu penerapan food security dan pengendalian mutu pada SPPG Polri,” kata Listyo.

Sepanjang tahun ini, Listyo mengatakan bahwa Polri menargetkan membangun hingga 1.500 SPPG di seluruh Indonesia.

“Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberi manfaat bagi 2.947.500 orang dan menyerap 58.950 tenaga kerja,” kata Listyo.

Presiden Prabowo Subianto ditemani Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau green house SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (13/2). (Dok. Sekretariat Presiden)

Prabowo dalam pidatonya mengatakan bahwa satu dapur MBG bisa mempekerjakan paling sedikit 50 orang. Presiden mengaku banyak mendapatkan testimoni kepuasan dari masyarakat dan para pengusaha terkait penyerapan tenaga kerja yang berujung pada peningkatan daya beli.

“Saya bertemu pengusaha-pengusaha APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), mereka lapor ke saya … belum pernah, di bulan Januari konsumsi rumah tangga Indonesia naik sangat tinggi,” kata Prabowo.

“Dan tiap hari satu SPPG butuh sayur, butuh telur, butuh ayam, butuh daging, dan sebagainya. Ini menghidupkan petani-petani kecil. Mereka sekarang yakin punya penghasilan.”

Dalam rangka memperkuat ekosistem rantai pasok, Kapolri Listyo juga mengatakan beberapa SPPG Polri dilengkapi kemandirian pangan, di antaranya mengelola tambak ikan dan udang, ternak ayam dan kambing dan pertanian hidroponik di green house.

Untuk mendukung penguatan ketahanan pangan Indonesia, Polri juga membangun gudang ketahanan pangan Polri.

“Saat ini terdapat 18 gudang ketahanan pangan yang tersebar di 12 polda. Pada tahun 2026, Polri akan membangun 10 unit gudang lainnya di 8 polda, sehingga akan memiliki 28 gudang ketahanan pangan yang kapasitas masing-masing 1.000 ton,” kata Listyo.

Sumber :Cna.Indonesia