ACEH UTARA | REALITAACEH – Hingga saat ini, rumah – rumah warga di Kabupaten Aceh Utara masih tertimbun lumpur. Untuk membersihkan lumpur di rumah – rumah tersebut membutuhkan alat berat dan sejumlah dump truk untuk mengangkut lumpur ke tempat pembuangan. Bantuan alat berat dinilai penting untuk mempercepat pemulihan Aceh Utara pasca dilanda banjir bandang.
Selain itu, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayahwa meminta bantuan ambulan kepada Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi.
Pasalnya, 50 persen dari jumlah total ambulan yang dimiliki kabupaten ini rusak berat dan bangkai ambulan masih dapat dilihat berserakan di pinggir – pinggir jalan akibat terendam banjir.
Mengapa ambulan merupakan salah satu jenis bantuan paling mendesak di Aceh Utara, karena jumlah masyarakat yang sakit di tenda pengungsian terbilang cukup banyak. Akibatnya, pemerintah kesulitan membawa pasien ke RSUD Cut Meutia karena jaraknya yang terlalu jauh.
Contohnya, sebut Ayahwa, jika ada warga yang sakit dari Gampong Sarah Raja, Kecamatan Langkahan. Untuk mencapai gampong tersebut, membutuhkan waktu lebih dari satu jam lewat jalur sungai dengan menggunakan boat mesin.
“Dari pusat Kecamatan Langakahan saja sudah cukup jauh ke RSUD Cut Meutia. Apalagi dari Sarah Raja. Jika tidak keberatan, kami mohon bantuan ambulan kepada PT Pupuk Indonesia,” pinta Ayahwa kepada Rahmad Pribadi saat berkunjung ke Pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Rabu, tanggal 14 Januari 2026.
Untuk membersihkan jalan dan rumah – rumah warga yang tertimbun lumpur, Ayahwa meminta bantuan excavator mini dan loader ban karet. Alat berat serba guna ini dinilai dapat membantu pembersihan lumpur di rumah – rumah warga.
Kemudian, kepada Rahmad Pribadi, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil juga menyampaikan, jumlah rumah yang hilang dan rusak berat di Aceh Utara mencapai 10.000 unit. Ke 10.000 unit rumah ini harus disediakan hunian sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
“Sebelum masuk bulan Ramadhan, 10.000 unit hunian sementara sudah harus selesai kita bangun, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan dengan aman dan nyaman,” sebutnya.
Pun demikian, hingga saat ini, jumlah rumah hunian sementara yang akan segera dibangun di Aceh Utara baru sebanyak 600 unit dari Danantara. “Semoga sebelum ramadhan ke 10.000 unit Huntara sudah selesai kita bangun,” kata Ayahwa.
Sebagai informasi, jumlah masyarakat yang massih tinggal di tenda pengungsian saat ini di Aceh Utara sebanyak 9.322 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 33.546 jiwa.
Amatan Waspada.id, saat Ayahwa menyampaikan laporan tersebut, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Perrrsero), Rahmad Pribadi sibuk mencatat sejumlah jenis bantuan yang diminta oleh Bupati Aceh Utara itu.







