SIGLI | REALITAACEH – Kegiatan pemantauan dan pendataan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilaksanakan oleh jajaran Polres Pidie menimbulkan dugaan kebocoran informasi. Pasalnya, kondisi kelangkaan BBM yang kerap dialami warga setempat, terutama pada akhir pekan, tiba-tiba menghilang saat aparat kepolisian turun langsung ke lapangan.
Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, menegaskan bahwa inisiatif pengawasan ini bertujuan untuk menjamin stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi BBM bagi seluruh masyarakat. “Kami berkomitmen memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM kepada masyarakat terpenuhi tanpa hambatan,” ujar AKBP Jaka Mulyana pada Senin (10/11/2025).
Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan di tujuh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Pidie, Jaka Mulyana menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya kekurangan stok BBM. Seluruh stok dilaporkan dalam kondisi aman dan memadai.
Kapolres mengakui bahwa selama kegiatan pemantauan tersebut, pihaknya tidak menemukan indikasi kelangkaan BBM di Pidie. Meskipun demikian, ia mencatat adanya beberapa SPBU yang mengalami penyesuaian berupa pengurangan kuota. Penyesuaian ini diklaim sebagai rutinitas yang dilakukan menjelang akhir tahun.
Jaka Mulyana juga menilai bahwa kegiatan monitoring ini merupakan langkah positif dalam mempertahankan stabilitas pasokan BBM di Pidie. Ia berharap agar pasokan BBM dapat terus terjaga, seraya mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi dan gejolak kebutuhan BBM di tengah-tengah masyarakat.
Tujuh SPBU yang menjadi lokasi monitoring Polres Pidie meliputi: SPBU Bintang Mulia Jaya Grong-Grong, SPBU Berkat Mitra Mulia Pidie, SPBU Kuala Berkah Kota Sigli, SPBU Mutiara Perkasa Utama Peukan Baro, SPBU Mutiara Family Jaya Simpang Kemangan Beureunuen, SPBU Krueng Simpang Sakti, serta SPBU Blang Malu.
Muhammad Aiyub, salah seorang warga Pidie, menyampaikan keheranannya atas kondisi SPBU di Pidie selama Sabtu dan Minggu tersebut. Menurutnya, biasanya kelangkaan BBM hampir merata terjadi di seluruh SPBU Pidie, dan fenomena ini rutin terulang setiap akhir pekan di setiap bulannya.
“Saya merasa aneh, mengapa selama dua hari ini stok BBM di Pidie aman, dan hampir semua SPBU tidak mengalami kekurangan stok,” kata M. Aiyub kepada Realita Nasional.
Aiyub menduga bahwa rencana kegiatan monitoring dan pendataan ketersediaan BBM yang dilakukan oleh Polres Pidie telah tercium oleh pihak-pihak terkait sebelumnya. Ia berpendapat bahwa masyarakat Pidie sudah memahami betul pola kelangkaan BBM yang terjadi setiap akhir pekan di sejumlah SPBU, dan hal ini bukanlah isu baru.
Oleh karena itu, Aiyub mendesak Polres Pidie untuk lebih serius dan gencar dalam melakukan operasi guna menjamin ketersediaan BBM secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam hasil pemantauan dan monitoring, mengingat SPBU merupakan titik layanan terakhir dari Pertamina kepada masyarakat.
Aiyub berharap agar kegiatan pemantauan yang dilakukan pihak kepolisian ini dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh SPBU, sehingga masalah kekosongan stok BBM di Pidie, khususnya setiap akhir pekan, tidak terulang kembali.
Laporan : Fahrul







