BANDA ACEH | REALITAACEH — Pemerintah Aceh mengeluarkan peringatan serius terkait dugaan praktik pencurian kendaraan milik warga yang menjadi korban banjir, terutama di wilayah Aceh Tamiang.
Imbauan ini muncul setelah beredar informasi di media sosial mengenai adanya mobil korban banjir yang diduga dijarah dalam beberapa hari terakhir.
Laporan serupa juga telah diterima langsung oleh pemerintah dari masyarakat.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menegaskan bahwa pemerintah menaruh perhatian besar terhadap kasus ini.
Menurutnya, tindakan pencurian di tengah bencana bukan hanya merugikan korban, tetapi juga menambah beban psikologis masyarakat yang sedang berjuang menghadapi musibah.
“Dalam beberapa hari ini ada dugaan praktik penjarahan terhadap unit kendaraan korban banjir. Informasi ini beredar di laman medsos dan juga kami terima langsung dari masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah meminta masyarakat tetap waspada dan menjaga harta benda masing-masing, terutama kendaraan yang terpaksa ditinggalkan akibat banjir.
Aparat keamanan juga diminta meningkatkan patroli di daerah rawan untuk mencegah aksi kriminal.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan agar penanganan bencana tidak hanya fokus pada evakuasi dan bantuan, tetapi juga pada aspek keamanan warga.
Banjir yang melanda Aceh Tamiang dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan ribuan rumah terendam dan banyak warga harus mengungsi.
Kondisi ini membuat sebagian kendaraan ditinggalkan di lokasi yang sulit dijangkau, sehingga rawan menjadi sasaran pencurian.
Pemerintah menekankan pentingnya solidaritas sosial di tengah bencana, mengingat masyarakat sedang membutuhkan dukungan, bukan justru menjadi korban kejahatan.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dan segera melaporkan jika menemukan indikasi tindak kriminal.
Pemerintah berkomitmen untuk menindak tegas pelaku pencurian agar tidak menambah penderitaan warga yang sedang menghadapi bencana banjir.






