Search

1 Desember 2025

Jet Tempur TNI AU Kawal Raja Yordania Tinggalkan Indonesia

Redaktur

JAKARTA | REALITAACEH – Sepuluh jet tempur TNI Angkatan Udara (AU) mengawal keberangkatan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Abdullah II ibn Al Hussein, dari Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/11/2025).

Tujuh pesawat tempur F-16 dan tiga pesawat tempur T-50 itu menghiasi langit Jakarta dengan melintas satu per satu sesaat sebelum pesawat kenegaraan yang membawa Raja Yordania lepas landas.

Sementara itu, di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo Subianto bersama Raja Abdullah II keluar dari mobil berpelat “Jordan” yang membawanya memasuki landasan Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 12.00 WIB.

Presiden Prabowo mengenakan baju safari dengan topi berwarna biru dongker, sedangkan Raja Abdullah II mengenakan seragam militer Yordania lengkap dengan baret merah.

Sebelum berjalan menuju tangga pesawat, keduanya terlibat dalam pembicaraan singkat dan saling berbisik. Mereka kemudian berjalan di atas karpet biru yang telah disiapkan menuju tangga pesawat.

Sesaat sebelum menaiki tangga, Raja Abdullah II berhenti sejenak dan memeluk Presiden Prabowo.

Pesawat kenegaraan kemudian lepas landas meninggalkan wilayah Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 12.20 WIB.

Sementara itu, pengawalan jet tempur berlangsung hingga pesawat kepresidenan yang membawa Raja Abdullah II keluar dari wilayah udara Indonesia untuk melanjutkan kunjungan ke sejumlah negara Asia. Sebelumnya, pada Jumat (14/11/2025), pesawat tempur juga mengawal kedatangan Raja Yordania ke Indonesia.

Pengawalan dan penyambutan tersebut merupakan bagian dari penghormatan ekstra yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto untuk menyambut sahabat karibnya. Dalam kunjungannya, kedua pemimpin negara tersebut saling mengenang masa lalu. Pada jamuan kenegaraan di Istana Negara Jumat malam, Prabowo menceritakan bagaimana Yordania membuka pintu dengan tulus ketika dirinya menghadapi masa sulit setelah tahun 1998, sekitar 25 hingga 26 tahun silam.

Tak heran jika Prabowo menyebut bahwa hubungan keduanya memiliki akar kuat pada persaudaraan.

“Saya memiliki ikatan emosional yang khusus dengan Kerajaan Hashemite. Pada waktu itu saya sedang menghadapi salah satu periode paling sulit dalam karier saya, dan pada saat itulah saya merasakan persahabatan dan kebersamaan dari Yang Mulia,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Abdullah II juga menyematkan penghargaan tertinggi kepada Presiden Prabowo, yakni “The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance)”.

The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance) merupakan salah satu penghargaan tertinggi Kerajaan Yordania Hasyimiah yang diberikan kepada raja, pangeran, kepala negara, serta dapat pula diberikan kepada perdana menteri. Penghargaan ini memiliki beberapa tingkatan, dengan Bejewelled Grand Cordon sebagai tingkatan tertinggi dan paling bergengsi.

 

Sumber : Kompas.com