Search

2 Maret 2026

Jembatan Rp916 Juta di Aceh Utara Disorot, Baru Selesai, Sudah Retak

admin

ACEH UTARA | REALITAACEH.COM – Proyek pembangunan jembatan penghubung Gampong Matang Arongan–Lueng Bata, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Jembatan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Utara itu dinilai jauh dari standar kualitas, meski menelan anggaran hampir Rp1 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp916.750.000 dan dimenangkan oleh CV Aura Global Aceh yang beralamat di Jalan Darussalam, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Namun, kondisi fisik jembatan yang tampak kusam dan sejumlah bagian plasteran yang terlihat tidak rapi memantik tanda tanya besar.

Pantauan warga menyebut, badan jembatan terlihat pudar meski proyek baru saja rampung. Bahkan di beberapa titik mulai tampak retakan halus yang dikhawatirkan akan semakin melebar seiring waktu.

“Ini kurang semen bang, memang hana geut ipeugot keuh (tidak bagus dikerjakan). Baru siap tapi sudah kusam,” ujar seorang warga yang melintas, mengkritisi mutu pekerjaan.

Warga lainnya menambahkan, meskipun kerusakan belum tampak parah secara menyeluruh, tanda-tanda penurunan kualitas sudah terlihat sejak dini. Mereka khawatir jembatan tersebut tidak akan bertahan lama jika dibiarkan tanpa evaluasi.

“Baru dikerjakan ini bang. Memang belum semua retak, tapi kalau sudah lama pasti makin jelas. Kemungkinan besar tidak lama bertahan,” katanya.

Kritik warga bukan tanpa alasan. Dengan nilai anggaran mendekati Rp1 miliar, publik menilai kualitas konstruksi seharusnya memenuhi standar teknis yang ketat, bukan justru memunculkan kesan pekerjaan terburu-buru dan minim pengawasan.

Proyek infrastruktur desa semestinya menjadi tulang punggung konektivitas dan keselamatan masyarakat, bukan sekadar formalitas serapan anggaran. Jika sejak awal hasilnya sudah memprihatinkan, publik wajar mempertanyakan, di mana fungsi pengawasan, dan apakah spesifikasi teknis benar-benar dijalankan sesuai kontrak?

Warga meminta transparansi dan audit teknis mendesak dilakukan agar proyek yang dibiayai uang rakyat tidak berubah menjadi monumen kegagalan perencanaan dan pengawasan.

Masyarakat Kecamatan Kelahiran Bupati Aceh Utara kini menunggu jawaban apakah jembatan ini benar dibangun untuk kepentingan publik, atau sekadar menjadi proyek yang selesai di atas kertas namun rapuh di lapangan?.

Sementara itu, Kontraktor pelaksana saat di konfirmasi oleh wartawan menyatakan bahwa kemarin terendam banjir dan retaknya talud mungkin penurunan tanah.

” iya kemarin itukan kita terendam banjir bg dan retak nyan talud bg mungki ada penurunan tanah waktu pembersihan dengan ekskavator dan insyaallah kita sisip ulang ” Tulisnya. [B.N]