Banda Aceh | REALITAACEH – Presiden Chapter Global Entrepreneurs Professional (GENPRO) Kota Banda Aceh, Fatarjani, mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengambil langkah cepat dan tepat dalam meredakan kepanikan warga.
Di tengah krisis listrik, BBM, dan akses logistik yang terjadi akibat banjir bandang di sejumlah wilayah Aceh.
Dalam pernyataannya, Fatarjani mengusulkan kepada Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, agar segera menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Menurutnya, langkah ini dapat mengurangi mobilitas pegawai sekaligus menghemat penggunaan BBM untuk genset di perkantoran yang kini terdampak pemadaman listrik berkepanjangan.
Kondisi listrik yang padam hingga tiga hari membuat banyak kantor mengandalkan genset sebagai sumber energi sementara.
Namun, antrean panjang di seluruh SPBU di Banda Aceh dan Aceh Besar membuat pasokan BBM semakin sulit didapatkan.
Situasi ini memperburuk kondisi layanan publik dan aktivitas masyarakat.
Selain WFH, Fatarjani juga mendesak Pemko Banda Aceh untuk segera mencari solusi mendatangkan bahan kebutuhan pokok bagi warga kota.
Ia menilai kebutuhan sembako seperti beras, telur, dan minyak goreng harus segera diamankan agar tidak terjadi kelangkaan.
Ia menyarankan pengiriman dapat dilakukan melalui jalur darat via pantai barat selatan (Barsela) atau melalui jalur laut dengan mencarter kapal dari Belawan menuju Krueng Raya.
“Jika diperlukan Walikota Banda Aceh bisa menggandeng pengusaha atau Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota untuk mendukung langkah percepatan mendatangkan bahan sembako ke Banda Aceh, Genpro sendiri siap mendukung langkah ini karena mempunyai jaringan pengusaha di seluruh penjuru negeri,” ujarnya kepada Serambinews (3/12/2025).
GENPRO, yang dikenal sebagai komunitas pengusaha profesional lintas daerah, disebut memiliki jaringan kuat untuk membantu Pemko Banda Aceh dalam memulihkan kondisi distribusi barang.
Lebih lanjut Fatarjani menegaskan, “Kita mempunyai jaringan pengusaha profesional di seluruh Indonesia dengan berbagai latar bisnisnya. Kami mendukung setiap langkah Ibu Walikota dan yakin Banda Aceh akan mampu mencari solusi untuk meredakan kepanikan warga kota dalam menghadapi situasi saat ini.”
Ia berharap kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha dapat mempercepat pemulihan kondisi Banda Aceh yang kini terisolasi akibat putusnya jalan nasional dan jembatan di beberapa titik, seperti Meureudu, Kutablang, serta longsor di perbatasan Aceh–Sumut.
Dengan dukungan lintas pihak, ia optimistis Banda Aceh mampu keluar dari masa sulit ini dan kembali stabil dalam waktu dekat.







