Search

1 Desember 2025

Di Podcast Halal with Expert, Wamen PKP Fahri Hamzah Tegaskan Halal adalah Konsep yang Menjaga Bumi

Redaktur

REALITAACEH – Podcast Halal with Expert yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI melalui kanal Halal Indonesia TV menghadirkan dialog mendalam tentang makna luas dan universal dari konsep halal. Dalam episode terbaru, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah menegaskan bahwa halal bukanlah konsep sempit, melainkan nilai besar yang menjaga manusia, kualitas hidup, dan bahkan kelestarian bumi.

Wamen PKP Fahri Hamzah memulai dengan menekankan bahwa ajaran agama—termasuk konsep halal—merupakan nilai yang datang dari Tuhan dan tidak mungkin dimaknai secara sempit.

“Konsep agama itu datang dari Tuhan. Tidak mungkin maknanya sempit. Tuhan menciptakan manusia, alam, bumi, galaksi. Maka pesan-pesan-Nya juga pasti universal,” ujar Fahri, Jumat (14/11/2025).

Ia menegaskan bahwa sejak awal mempelajari agama, ia memahami ajaran tersebut sebagai ilmu yang memiliki relevansi universal, termasuk dalam memaknai halal.

“Halal tidak mungkin hanya untuk kelompok tertentu. Halal itu pasti luas, untuk seluruh manusia, bahkan untuk alam semesta. Karena Tuhan menciptakan semuanya,” ujarnya.

Halal untuk Semua: Universal, Inklusif, dan Selaras Alam

Menurut Fahri, tren global juga menunjukkan bahwa halal telah menjadi konsep universal yang terus berkembang. Tidak hanya digunakan dalam konteks makanan dan minuman, tetapi juga merambah gaya hidup, keberlanjutan lingkungan, hingga tata kelola industri. Dalam percakapan tersebut, Fahri mengutip data perkembangan ekonomi halal dunia yang diproyeksikan tumbuh signifikan.

“Transaksi halal dunia—baik produk maupun aplikasinya—diperkirakan tumbuh dari 2 triliun dollar Amerika Serikat (AS) menjadi 3 triliun dollar AS dalam beberapa tahun ke depan. Ini bukan hanya kebutuhan religius, tetapi kebutuhan global untuk keamanan, kualitas, dan keberlanjutan,” jelasnya.

Halal Menjaga Bumi: Selaras dengan Isu Lingkungan Global

Fahri menekankan bahwa esensi halal juga berkaitan erat dengan keberlanjutan lingkungan—halal menjaga bumi. Ia mengaitkannya dengan berbagai agenda global, seperti Kyoto Protocol, Paris Agreement, hingga Sustainable Development Goals (SDGs) yang memiliki tujuan sama: menjaga bumi tetap layak huni.

“Kalau kita bicara konsep green, zero carbon, dan sustainability—itu semua sebenarnya bagian dari konsep halal yang menjaga kehidupan agar selamat. Itulah sebabnya saya selalu bilang: halal menjaga bumi,” ungkap Fahri. Ia juga menegaskan bahwa perintah dalam ajaran agama bersifat universal.

“Dalam kitab suci disebut: ‘Wahai manusia, makanlah dari bumi yang halal dan baik.’ Itu bukan perintah untuk satu agama saja, tetapi untuk seluruh manusia.”

BPJPH: Halal sebagai Prinsip Kualitas, Keberlanjutan, dan Peradaban

Kepala BPJPH RI Ahmad Haikal Hasan menyambut pandangan tersebut dengan penuh apresiasi. Menurutnya, penegasan Wamen PKP Fahri Hamzah menguatkan posisi halal sebagai konsep besar yang mencakup kualitas, kesehatan, keberlanjutan, hingga kemampuan bangsa menjaga bumi.

“Pernyataan Wamen PKP sejalan dengan arah kebijakan BPJPH saat ini: menjadikan halal bukan hanya kewajiban hukum, tetapi budaya kualitas dan instrumen peradaban. Halal menjaga manusia, menjaga industri, dan menjaga bumi,” ujar pria yang akrab disapa Babe Haikal itu.

Melalui podcast ini, BPJPH akan terus membuka ruang dialog dengan para pakar lintas sektor dalam Halal with Expert sebagai upaya memperluas pemahaman publik bahwa halal adalah konsep universal yang membawa manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.

 

Sumber : Kompas.com