Search

1 Desember 2025

BMKG Ungkap Potensi Gelombang Tinggi pada 21–24 November, di Mana Saja?

Redaktur

JAKARTA | REALITAACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang diprediksi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 21–24 November 2025.

BMKG menyebutkan, Siklon Tropis FINA yang berada di Laut Arafura, tepatnya di selatan Pulau Tanimbar, menyebabkan angin bertiup lebih kencang dan gelombang laut meningkat.

Di wilayah Indonesia bagian utara, angin umumnya bergerak dari barat laut ke timur laut dengan kecepatan sekitar 4–20 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan sekitar 6–35 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafura bagian barat. Kondisi cuaca tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Gelombang setinggi ini berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan, antara lain Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, dan Samudra Hindia barat Lampung.

Peningkatan gelombang juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Selain itu, gelombang tinggi dapat muncul di Selat Karimata bagian utara; Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur; serta Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Maluku.

Wilayah lain yang berpeluang mengalami gelombang serupa adalah Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, dan Laut Arafura bagian tengah.

Adapun gelombang sangat tinggi, sekitar 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di Laut Natuna bagian utara dan Laut Arafura bagian barat. Potensi gelombang tinggi di berbagai wilayah tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama para nelayan dan pengguna kapal kecil. Perahu nelayan berisiko terdampak jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter.

Kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin di atas 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter. Sementara itu, kapal ferry berisiko jika kecepatan angin melebihi 21 knot dan tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah pesisir berpotensi gelombang tinggi agar tetap waspada.

 

Sumber : Kompas.com