ACEH UTARA | REALITAACEH – Penempatan Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Aceh Utara, Ahmad Faisal, bagaikan Dipaksakan. Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa ayahwa hendaknya meninjau ulang
Para kalangan insan pers di daerah ini menilai pejabat esalon II itu soal kualitas sangat diragukan alias vakum. Pasalnya, Sejak Faisal dilantik November 2025 lalu sangat menyulitkan untuk membangun komunikasi antara Kadis dan para kuli tinta yang bertugas di daerah julukan bumi pase.
Buktinya, Kadisperkim saat dikonfirmasi para wartawan Selalu memilih bungkam, jika ditelpon via seluler tidak pernah diangkat dan via Whatsapp tanpa dibalas. Begitupun saat dicoba menjumpai di ruang kerjanya selalu mengelak dari insan pers dengan berbagai dalih.
Pejabat eselon II itu bagaikan tidak mengetahui fungsi pers sebagai penyampaian informasi guna kepentingan bangsa dan negara sesuai amanat dalam UU Pers No.40 Tahun 1999. Kononnya lagi, selama Faisal menduduki kursi basah tersebut seakan – akan instansi itu bagaikan milik pribadi bukan lagi milik pemerintah. Atas dasar itulah kalangan wartawan di daerah ini mendesak ayahwa agar segera mencopot Faisal dari Kadisperkim dan menggantikan sosok pejabat lain yang profesional dan berkualitas yang mampu menjalankan roda pemerintahan sesuai Tupoksi di bidangnya.
Apalagi Dinas tersebut salah satu instansi bergengsi yang mengelola uang Negara dalam jumlah besar tiap tahun mencapai 100 san milliar sehingga membutuhkan pejabat yang benar-benar Intelektual alias kaya SDM yang handal mengingat wilayah aceh utara saat ini memasuki tahap transisi pemulihan pasca bencana yang menghantam kawasan permukiman penduduk akhir tahun lalu.
Sementara Disperkim yang mengelola proyek skala besar meliputi perumahan penduduk, sarana serta infrastruktur lainnya yang rusak akibat disapu banjir bandang. Apabila bupati tidak segera mengambil tindakan bakal mandeknya proses pemulihan pasca bencana tentang pembangunan kebutuhan rakyatnya.
Disamping itu, gaya kepemimpinan Kadisperkim diyakini besar kemungkinan bakal terjadi potensi korupsi sangat besar serta rawan masalah lantaran menyusul informasi penting sangat tertutup sehingga berpeluang terjadi praktik kejahatan uang negara.
Sesuai laporan awak wartawan, media ini telah mencoba melakukan konfirmasi tentang jumlah Rumah warga yang akan dibangun serta rehabilitasi ditahun ini pasca banjir ternyata benar Kadisperkim tidak merespon baik ditelpon maupun via pesan singkat Whatsapp.
Konyolnya lagi, ponsel android yang dia pegang telah disetting, saat ditelpon melalui jaringan Whatsapp seakan- akan muncul dilayar ponsel wartawan bahwa panggilan itu tidak masuk dan via pesan whatsapp juga sama. Demikian tingkat kualitas SDM seorang pejabat esalon II. Apakah layak…? Jawabannya ada ditangan Ayahwa. [M.Daud]







