ACEH TAMIANG | REALITAACEH – Masyarakat Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, bersama relawan Perkumpulan Pembela Lingkungan Hidup (P2LH) melaksanakan gotong royong pembuatan helipad darurat sebagai langkah cepat mendukung percepatan penyaluran bantuan bencana melalui jalur udara, Rabu (24/12/2025).
Pembangunan helipad ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan warga di tengah keterbatasan akses darat, sekaligus untuk memastikan helikopter bantuan pemerintah dapat mendarat secara aman dan efektif.
Helipad darurat tersebut disiapkan untuk mendukung distribusi logistik kemanusiaan, bantuan medis, serta kebutuhan evakuasi darurat apabila situasi memburuk.
Salah seorang warga, Razi, mengatakan, langkah ini juga merupakan respons pihaknya terhadap pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang sebelumnya menyampaikan rencana pengerahan sekitar 200 unit helikopter guna memperkuat penanganan bencana di wilayah Sumatera.
“Kami bergerak bersama karena kondisi darurat tidak bisa menunggu. Helipad ini kami siapkan agar ketika bantuan udara digerakkan pemerintah, Desa Sekumur sudah siap menjadi titik pendaratan dan distribusi,” ujarnya.
Ia berharap, dengan adanya helipad ini ke depan semakin banyak bantuan yang datang. Sebab, kondisi masyarakat di Desa Sekumur saat ini serba keterbatasan.
“Kami sangat berterima kasih kepada relawan, semoga dengan adanya helipad ini, desa kami semakin banyak datang bantuan, dan bisa membantu kami ini dalam tenda pengungsian” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Perkumpulan Pembela Lingkungan Hidup (P2LH), Aldi Ferdian, mengatakan gotong royong pembangunan helipad ini melibatkan warga desa dan relawan yang bekerja secara sukarela, mulai dari pembersihan lahan, penandaan area pendaratan, hingga pengamanan lokasi.
Semangat kebersamaan dan solidaritas menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi bencana yang masih berlangsung.
“Kami mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Desa Sekumur dan menegaskan bahwa inisiatif berbasis komunitas seperti ini merupakan elemen penting dalam sistem penanggulangan bencana,” ujarnya.
“Inisiatif ini murni lahir sebagai respons pernyataan Presiden Prabowo yang sebelumnya menyampaikan rencana pengerahan 200 unit helikopter untuk memperkuat penanganan bencana di Sumatera,” pungkas Aldi.







