Search

14 Januari 2026

Sekolah di Bireuen Mulai Belajar, Solidaritas Pendidikan Bangkit Pasca Banjir Bandang

Redaktur

BIREUEN | REALITAACEH – Setelah banjir bandang melanda Kabupaten Bireuen dan meninggalkan lumpur tebal di sejumlah sekolah, proses belajar mengajar perlahan mulai kembali berjalan.

Senin (8/12/2025), sekolah-sekolah jenjang SMA dan SMK yang tidak tertimbun lumpur sudah memulai kegiatan belajar seperti biasa.

Sementara sekolah lain yang masih dipenuhi lumpur terpaksa memperpanjang masa libur hingga kondisi memungkinkan.

Dimulainya kembali aktivitas belajar ditandai dengan upacara di SMKN 1 Bireuen.

Suasana terasa berbeda dari biasanya, penuh keharuan dan semangat kebersamaan.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Bireuen bertindak sebagai pembina apel dengan mengenakan pakaian kerja sosial berupa kaos oblong bertuliskan “Gerakan Sejuta Pohon, celana training, dan sepatu boat”.

Pakaian tersebut menjadi simbol bahwa hari pertama masuk sekolah bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum kebangkitan bersama untuk membantu sekolah-sekolah yang terdampak banjir.

Dalam amanatnya, Kacabdin tak kuasa menahan haru saat menceritakan kondisi siswa dan guru di sekolah-sekolah yang rusak akibat banjir.

Ia menggambarkan bagaimana banyak anak kehilangan seragam, lemari, bahkan rumah mereka.

“Anak-anak kita mau berangkat sekolah, tapi sekolahnya sudah tak ada lagi. Mau pakai baju seragam, baju pun sudah tak ada. Mau pulang ke rumah, rumahnya tertimbun tanah atau hanyut dibawa banjir,” ucapnya dengan suara bergetar.

Suasana haru menyelimuti lapangan sekolah. Banyak siswa dan guru meneteskan air mata mendengar kisah-kisah tersebut.

Kacabdin mengajak seluruh siswa dan guru untuk bersyukur karena masih diberi kesempatan bersekolah, serta menumbuhkan empati dan jiwa patriotisme sosial.

Dalam kesempatan itu, Kacabdin mengajak siswa, guru, OSIS, dan Pramuka untuk turun langsung membantu membersihkan sekolah-sekolah yang masih tertimbun lumpur.

Ajakan tersebut mendapat sambutan spontan dari para siswa.

Usai apel, Kacabdin bersama pengurus OSIS dan Pramuka langsung bergerak menuju SMKN 1 Jeumpa, salah satu sekolah yang terdampak cukup parah, untuk melakukan aksi gotong royong.

Solidaritas Pendidikan

Aksi gotong royong ini menjadi bukti nyata solidaritas dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen. Semangat kebersamaan diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekolah agar kegiatan belajar mengajar segera kembali normal.

Pihak sekolah juga berharap dukungan dari berbagai elemen masyarakat terus berdatangan.

Mengingat masih banyak sekolah lain yang membutuhkan tenaga dan bantuan untuk mempercepat proses pembersihan pasca banjir.