LHOKSUKON | REALITAACEH – Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil SE MM atau yang akrab disapa Ayah wa, Senin (8/12/2025), menggelar rapat darurat untuk mengevaluasi penanganan banjir yang melanda sejumlah kecamatan di wilayah tersebut di Pendopo Bupati kawasan Lhokseumawe.
Dalam rapat tersebut Ayah wa, menegaskan bahwa mekanisme distribusi bantuan kepada warga terdampak dilakukan melalui jalur Muspika hingga ke tingkat keuchik agar bantuan lebih cepat dan tepat sasaran.
Rapat evaluasi tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Utara, Lhokseumawe, pada Senin, 8 Desember 2025, mulai pukul 10.00 WIB.
Pertemuan ini dihadiri oleh Sekda Aceh Utara, perwakilan DPRK Aceh Utara yang diwakili Tajudin, unsur Kodim 0113 Aceh Utara, Kapolres Lhokseumawe, para pejabat terkait, serta seluruh camat se-Kabupaten Aceh Utara.
Dalam paparannya, Bupati Ismail menyampaikan sejumlah perkembangan terkait penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak banjir di berbagai kecamatan.
Ia mengakui belum sempat melakukan kunjungan langsung ke Kecamatan Sawang selama masa banjir berlangsung.
Namun demikian, ia memastikan bahwa pemerintah daerah tetap bekerja maksimal dalam pendistribusian bantuan.
“Walaupun saya belum sempat turun langsung ke Sawang, namun pemerintah daerah memastikan bantuan logistik tetap tersalurkan ke seluruh wilayah terdampak,” ujar Ayah wa.
Ia menjelaskan, bantuan logistik yang disalurkan berupa kebutuhan pokok masyarakat, dan pendistribusiannya dilakukan melalui unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) untuk kemudian diteruskan kepada para keuchik (kepala desa) agar bisa langsung diterima oleh masyarakat.
“Kami memastikan seluruh bantuan sampai kepada masyarakat tanpa terkecuali. Mekanisme distribusi dilakukan melalui Muspika agar lebih cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ayah wa juga meminta seluruh camat untuk terus memantau kondisi di wilayah masing-masing serta segera melaporkan jika masih terdapat desa yang belum tersentuh bantuan.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan akurasi data penerima bantuan agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kekurangan.
Selain itu, rapat evaluasi juga membahas sejumlah kendala di lapangan, seperti akses jalan yang masih terputus, kondisi jaringan listrik dan komunikasi yang belum sepenuhnya normal, serta kebutuhan lanjutan bagi warga yang masih mengungsi.
Pemkab Aceh Utara berkomitmen untuk terus mempercepat proses pemulihan pascabanjir, baik melalui perbaikan infrastruktur maupun pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, hingga kondisi benar-benar pulih.







