JAKARTA | REALITAACEH – Aliran listrik di Provinsi Aceh dilaporkan bakal menyala 100 persen pada Senin (8/12/2025) pukul 12.00 WIB.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo dan Kementerian/Lembaga terkait.
“Untuk listrik di Provinsi Aceh, ini dari 23 Kabupaten/Kota, per hari ini 81 persen, Bapak Presiden. Ini akan terus di-update,” kata Suharyanto dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (7/12/2025).
“Tadi kami akan mendapatkan arahan dari Bapak Menteri ESDM. Besok siang, jam 12.00 WIB, seluruh Aceh ini sudah 100 persen (menyala),” tambah dia.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo terlihat senang sambil mengucapkan syukur kepada Tuhan.
Lantas, dia pun mengonfirmasi langsung kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang turut hadir dalam ratas tersebut.
“Bisa, Pak,” jawab Bahlil.
Bahlil juga menjelaskan hingga malam ini untuk wilayah Aceh Tengah listrik mulai menyala pukul 20.30 WIB.
Lalu Listrik di Bener Meriah akan menyala mulai pukul 20.45 WIB.
Sedangkan listrik Aceh Tamiang diperkirakan mulai menyala 20.30 WIB. Sementara Gayo Lues sudah menyala sejak pagi.
“Kemudian untuk Banda Aceh full 100 persen, itu besok siang sampai besok malam. Kalau malam ini baru 95 persen,” tuturnya.
PLN Klaim 1,7 Juta Warga Aceh Kembali Teraliri Listrik
PLN melaporkan pemulihan sistem kelistrikan Aceh sudah mencapai 93 persen usai banjir dan longsor melanda wilayah tersebut.
Lebih dari 1,7 juta warga kini kembali mendapat pasokan listrik.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut empat kabupaten yang sebelumnya gelap kini menyala kembali. Empat wilayah itu adalah Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.
“Alhamdulillah, progres pemulihan kelistrikan Aceh hari ini berhasil meningkat signifikan dari sebelumnya 81 persen menjadi 93 persen,” ujar Darmawan, Senin (8/12/2025).
Ia menjelaskan sistem kelistrikan Aceh membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk sinkronisasi agar stabil kembali.
Proses ini penting untuk menghilangkan potensi pemadaman bergilir.
“Proses sinkronisasi dilakukan untuk mengeliminasi pemadaman bergilir sehingga sistem kelistrikan Aceh menjadi pulih seperti sedia kala,” ucapnya.
Pemulihan diprioritaskan untuk fasilitas publik seperti rumah sakit, posko pengungsian, kantor pemerintahan, jaringan telekomunikasi, dan fasilitas vital lain.
Pasokan ke rumah warga juga dilakukan bertahap.
“Jaringan telekomunikasi yang sebelumnya lumpuh, kini dapat beroperasi, sama seperti fasilitas-fasilitas publik vital lainnya,” kata Darmawan.
Ia menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas. Setiap lokasi harus benar-benar aman dari genangan sebelum dialiri listrik.
Petugas juga disiagakan untuk mengantisipasi gangguan susulan.
PLN menghadapi tantangan baru ketika banjir dan longsor susulan merobohkan tower transmisi di titik yang sebelumnya tidak terdampak.
Kondisi ini memaksa PLN melakukan identifikasi ulang jaringan, menambah peralatan, dan membangun tower darurat dalam waktu singkat.
Cuaca yang kembali buruk sempat menghambat proses penyambungan.
Meski begitu, koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, BPBA, dan warga mempercepat pemulihan.
“Berkat kerja bersama TNI, Polri, Pemda, BNPB, BPBA, hingga masyarakat, semua kendala tersebut dapat kami atasi,” tutup Darmawan.
Sumber : Kompas.com







