Search

14 Januari 2026

Unsam Dirikan Dapur Umum untuk Mahasiswa di Langsa, Salurkan Bantuan Kepada Civitas Terdampak

Redaktur

LANGSA | REALITAACEH – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Langsa yang mengakibatkan banjir dengan ketinggian mencapai 2 meter lebih sepekan lalu, berdampak terjadinya kerusakan tempat tinggal, krisis logistik, putusnya sinyal komunikasi, serta kondisi psikis yang buruk (traumatik).

Kondisi ini memaksa sebagian besar warga untuk mengungsi dan meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang aman.

Sejumlah masjid, mushala, sekolah, dan fasilitas umum beralih fungsi menjadi tempat pengungsian darurat, termasuk kawasan Universitas Samudra (Unsam).

Di lingkungan kampus, sebanyak 315 orang terdampak, yang terdiri dari 285 mahasiswa dan 30 warga masyarakat, mengungsi ke Gedung Multiguna Unsam selama 3 hari masa puncak banjir.

Salah seorang mahasiswa, Rajwa Halilah, menceritakan kondisi sulit yang dialaminya terjebak banjir di kos sekitar kampus, di kawasan Gampong Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama.

Ia menjelaskan keterbatasan logistik, sulitnya akses air bersih, kekurangan obat-obatan bahkan salah satu temannya mengalami sakit campak.

Dalam satu kamar, 8 orang bertahan tanpa makanan yang layak selama beberapa hari.

Situasi tersebut turut memicu tekanan psikologis berupa rasa takut, trauma, dan kekhawatiran.

“Kami kendala di uang, tidak tahu harus cari makan ke mana. Tadi malam kami baru makan nasi, sebelumnya kami makan wafer dan apa yang tersisa di kost,” sebutnya.

“Kami kekurangan air bersih dan air minum. Harapannya situasi cepat pulih, bisa kuliah lagi, dan bertemu orang tua, kami merasa trauma, ada ketakutan setiap kali kami mau tidur,” ujarnya.

Sementara sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial, Universitas Samudra bergerak cepat memberikan bantuan kepada civitas akademika yang terdampak bencana.

Universitas paska banjir telah mendirikan Posko Bantuan Civitas Akademika terdampak banjir Kota Langsa.

Pada tahap awal, Unsam menyalurkan bantuan logistik berupa 10 karung beras, 50 dus mi instan, 20 dus air mineral, 3 dus minyak goreng, dan 20 papan telur, dan jumlah ini akan terus bertambah.

Mulai 30 November 2025, posko ini telah membuka dapur umum untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi mahasiswa dan civitas akademika yang terdampak.

Penyediaan makanan dibagikan sebanyak dua kali sehari, yaitu makan siang dan sore, yang akan berlangsung hingga masa darurat berakhir.

Layanan posko ini disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar para korban banjir dapat terpenuhi selama masa pemulihan.

Unsam juga terus melakukan koordinasi internal serta menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk membantu mahasiswa yang masih berada di titik-titik terdampak banjir, serta mendukung kebutuhan logistik darurat.