Search

14 Januari 2026

Ekses Banjir, 31 Rumah di Blang Reuling Sawang Aceh Utara Terseret Arus

Redaktur

LHOKSEUMAWE | REALITAACEHGampong Blang Reuling Kecamatan Sawang, Aceh Utara, merupakan salah satu kawasan terparah yang diterjang banjir.

Sehingga 31 unit rumah masyarakat di sana dilaporkan telah terseret arus.

Isbahannur, warga setempat, Rabu (3/12/2025), menjelaskan, saat terjadi banjir, ketinggian air bercampur lumpur di kawasan mereka mencapai 2,5 meter sampai 6 meter.

Pada malam kejadian, air bercampur lumpur pekat dan berarus tajam datang tiba-tiba.

Bahkan ada yang terseret arus hingga terbawa bukan ketempat tujuan. Maka titik pengungsian ditempat kami tidak terkonsentrasi, katanya.

Dalam insiden itu tidak ada korban jiwa terbawa arus kecuali Kak Yen(38) yang shok berat setelah melihat tiga rumah saudara dan satu rumahnya yang berdampingan telah hilang dibawa arus.

“Totalnya ada 31 unit rumah warga terseret arus termasuk rumah Iskandar Ismail (40) yang terseret arus sampai ke Gampong Meunasah Pulo Kecamatan Sawang. Sementara lainya rata rata rusak berat,” ujarnya.

Diuraikan, di Blang Reuling penduduknya mencapai 400 Kepala Keluarga.

Pengungsi terbagi di lima titik diantaranya di Cot Tangkurak Dusun Teungoh yakni di rumah Zarkasyi dan Sulaiman, di Meunasah Gampong, di rumah Tgk Syuit selaki Plt Keuchik Lhok Kuyun Kecamatan Sawang serta di SMK Negeri 1 Sawang di Gampong Lhok Kuyun.

Di pengungsian cuma tempat berlindung waktu malam, dengan makanan sangat terbatas karena belum ada bantuan merata sesuai jumlah pengungsi.

Paginya, warga kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur dan mencari makanan di alam (survival), sebagian justru bertahan di rumah masing masing tanpa mandi meski badan berlumpur akibat tiada air bersih.

Untuk membersihkan rumah, warga mengunakan perlengkapan sisa banjir, sebagian menggunakan mesin pompa air meski bensin mahal dan sulit didapat.

Harga beras dan telur melonjak tinggi karena stok sangat terbatas yang diikuti oleh barang kebutuhan pokok lainnya.

“Tidak ada obat obatan dan tempat berobat, semua fasilitas pelayanan publik lumpuh total, semua terfokus pada penyelamatan diri, keluarga dan tempat berteduh agar tidak sakit dan kelaparan,” katanya.

Lanjutnya, meski warga ada uang, tapi untuk belanja sangat susah karena transportasi sulit dilalui.

Kendaraan rusak setelah tiga hari terendam. Jembatan gantung di Lhok Kuyuen Kecamatan Sawang yang menghubungkan ke pasar Geurugok Kecamatan Gandapura, Bireuen, putus.

Sama halnya jembatan rangka baja di Gampong Teungoh Kecamatan Sawang, juga terseret arus banjir.

Semua fasilitas belajar mengajar hancur. Lampu padam akibat jaringan PLN putus dan berserakan di jalan.

Ditambahkan, saat ini warga sangat butuh makanan (sembako) obat obatan dan kebutuhan bayi, balita dan anak anak.