Search

14 Januari 2026

Staf Khusus Menag Tinjau Banjir Aceh, Kemenag Akan Bangun Kembali Madrasah yang Rusak

Redaktur

BANDA ACEH | REALITAACEH – Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk memulihkan fasilitas pendidikan di bawah Kemenag, yang terdampak banjir di Aceh.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, saat meninjau dampak bencana banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Senin (1/12/2025).

Kunjungan Gugun Gumilar ke lokasi korban banjir ini didampingi oleh Laskar Prabowo 08 Provinsi Aceh yang dipimpin oleh Ketua Rauna Mahfud, serta pejabat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh.

Dalam kegiatan itu, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar dan Kantor Wilayah (Kanwil) Agama Aceh juga turut menyalurkan bantuan kepada korban bencana di Pidie dan Pidie Jaya.

“Kegiatan ini merupakan perintah langsung dari Menteri Agama untuk membantu masyarakat yang terkena musibah,” kata Rauna Mahfud kepada Serambinews.com, Selasa (2/12/2025).

Kondisi Aceh pascabencana Siklon Senyar 2025, masih sangat memprihatinkan.

Hingga Senin (1/12/2025) atau hingga hari keenam pascabencana, data pada Posko penanganan bencana Pemerintah Aceh menunjukkan korban meninggal dunia sebanyak 156 orang dan 1.838 orang mengalami luka-luka.

“Bencana ini telah berdampak pada 955.322 jiwa atau 214.940 kepala keluarga (KK),” ungkap Murthalamuddin, Jubir Posko Komando Kantor Gubernur Aceh.

Sejumlah infrastruktur vital, seperti jembatan di ruas jalan nasional dan provinsi, putus total akibat banjir bandang.

Banjir bandang juga menghancurkan ratusan rumah, gedung sekolah, serta rumah ibadah di 16 kabupaten/kota.

Ratusan ribu warga dilaporkan masih bertahan di posko darurat dengan keterbatasan logistik.

Pemerintah Aceh telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi, mengerahkan BPBA, TNI, Polri, dan relawan untuk evakuasi serta distribusi bantuan.

Perintah Menteri Agama

Dalam kunjungannya ke Aceh, Gugun Gumilar menyampaikan bahwa Kementerian Agama akan memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan pasca bencana di Aceh.

“Atas perintah Menteri Agama, kami akan memastikan bahwa sekolah dan madrasah yang rusak parah di seluruh Aceh akan dibangun kembali, sehingga anak-anak kita dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman,” ujar Gugun Gumilar.

Ketua Laskar Prabowo 08 Prov Aceh, Rauna Mahfud, menyambut baik komitmen Kementerian Agama untuk membangun kembali sekolah dan madrasah yang rusak.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Kementerian Agama untuk membantu masyarakat Aceh yang terkena bencana. Kami akan terus mendukung dan membantu dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Gugun menambahkan, bantuan tidak hanya terbatas pada Pidie dan Pidie Jaya, tetapi akan menjangkau seluruh wilayah Aceh yang membutuhkan.

“Pemulihan pascabencana harus dirasakan merata oleh masyarakat, terutama di sektor pendidikan,” tegasnya.

Rauna Mahfud mengatakan, saat berkunjung ke Pidie Jaya, pihaknya melihat langsung beberapa gedung madrasah rusak parah akibat banjir.

“Bahkan ada gedung MIN yang tertimbun longsong dan juga ada yang hilang dihantam banjir,” kata dia.

Menurutnya, komitmen Kemenag untuk membangun kembali fasilitas pendidikan di bawah Kemenag ini menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi dampak bencana.

“Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan anak-anak Aceh dapat segera kembali ke ruang belajar yang layak,” kata dia.