Aceh Utara | REALITAACEH – Di tengah bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara dan menelan puluhan korban jiwa, warga di Kota Pantonlabu, Tanah Jambo Aye, mengeluhkan lonjakan harga kebutuhan pokok yang dinilai tidak wajar. Kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas, mulai dari telur ayam, LPG 3 kilogram, air mineral, mi instan, hingga sejumlah bahan pokok lainnya, Senin (1/1).
Humas Persatuan Wartawan Online (PWO) Aceh, Azhary atau yang akrab disapa Raiz Azhary, mengecam praktik sejumlah pedagang yang diduga memanfaatkan situasi bencana untuk meraih keuntungan pribadi.
“Kami meminta Pemkab Aceh Utara melalui dinas terkait bersama pihak kepolisian untuk menindak tegas oknum pedagang yang menaikkan harga kebutuhan pokok secara tidak wajar saat bencana banjir melanda,” ujar Azhary, Senin (1/1/2025).
Menurutnya, ia menerima laporan dari warga Tanah Jambo Aye bahwa harga telur ayam mencapai Rp150.000 per papan, air mineral ukuran gelas dijual antara Rp25.000 hingga Rp40.000 per kotak, sementara LPG 3 kilogram dijual Rp40.000 hingga Rp60.000. Kenaikan juga terjadi pada mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
“Mohon kepada Disperindag dan penegak hukum untuk memantau harga kebutuhan pokok. Tindakan oknum pedagang seperti ini sangat tidak pantas. Di saat rakyat tertimpa musibah besar, mereka justru mencari kesempatan. Kami meminta Polres Aceh Utara mengawasi dan menindak tegas pedagang-pedagang seperti ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, para pedagang seharusnya memahami bahwa banjir telah membuat warga kehilangan harta benda, bahkan merenggut nyawa. Karena itu, perilaku menaikkan harga tanpa alasan yang sah tidak dapat ditoleransi karena hanya menambah penderitaan masyarakat.
Azhary mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Polres Aceh Utara untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar dan toko-toko yang diduga menaikkan harga secara sepihak.
“Sidak harus dilakukan segera agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat yang sedang kesulitan,” ujarnya.







