Aceh Utara | REALITAACEH – Pemilihan Geuchik Gampong Matang Jeulikat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, berlangsung meriah dan tertib di Kantor Geuchik gampong setempat, Kamis (20/11/2025).
Warga antusias memadati lokasi pemungutan suara untuk memilih pemimpin desa periode 2025–2031.
Sebanyak lima calon bersaing memperebutkan jabatan Geuchik, masing–masing Juaini, Muhammad Irwan, Darkasyi, Idris (Tgk Peudawa), dan Muhammad Jaban. Proses pemilihan berjalan kondusif dengan partisipasi penuh dari warga.
Ketua Panitia Pemilihan Gampong (P2G) Matang Jeulikat, Boihaki, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan kerja sama berbagai pihak dalam menyukseskan tahapan pemilihan.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini membuktikan kepedulian warga terhadap kemajuan gampong serta keinginan untuk memilih pemimpin terbaik,” ujar Boihaki.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, calon nomor urut 04, Idris (Tgk Peudawa), unggul dengan 227 suara. Di posisi kedua, calon nomor urut 03, Darkasyi, memperoleh 213 suara, disusul Muhammad Jaban (05) dengan 150 suara, serta Muhammad Irwan (02) dengan 82 suara dan Juaini (01) 25 Suara.
Jumlah suara sah tercatat 537 suara, tanpa suara tidak sah. Angka tersebut sama dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 537 pemilih.
Camat Seunuddon, Ismohar, melalui perwakilan jajarannya mengapresiasi proses pemilihan yang berlangsung demokratis. Ia berharap geuchik terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik dan tetap mengutamakan prinsip musyawarah dalam setiap kebijakan desa.
“Segala kebijakan desa harus diputuskan bersama melalui musyawarah, baik hal besar maupun kecil. Kami juga berharap kegiatan keagamaan di meunasah semakin aktif,” pesannya.
Sementara itu, Idris selaku geuchik terpilih menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas dukungan masyarakat.
“Insya Allah, saya akan bekerja maksimal dan merangkul semua elemen masyarakat untuk memajukan gampong kita,” ujarnya.
Kegiatan pemilihan turut dihadiri Kapolsek Seunuddon, Imum Mukim, Babinsa Koramil, Bhabinkamtibmas, anggota Tuha Peut, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.







