Search

1 Desember 2025

Wamen P2MI: 200.000 Masyarakat Umum Berpeluang Kerja ke Luar Negeri

Redaktur

JAKARTA | REALITAACEH – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani menyebut, masyarakat umum berpeluang untuk bekerja ke luar negeri. Pada 2026, pemerintah siap memberangkatkan sebanyak 300.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 200.000 diambil dari masyarakat umum untuk bekerja ke luar negeri.

“Sumber dari 500.000 itu akan dibagi dua, 300.000 merupakan lulusan SMK. 200.000 lagi untuk mengisi kekurangan 500.000 dari masyarakat umum dan bisa juga dari adik-adik kita yang saat ini tengah menempuh pendidikan di SMK,” kata Christina, usai RTM di Kantor PMK, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2025).

Christina mengingatkan, calon pekerja migran juga harus memiliki kompetensi yang sesuai kriteria perusahaan agar peluang lulusnya juga lebih besar.

“Harus langsung dikhususkan pendidikan apa dan lain-lain, kompetensi seperti apa sehingga ketika mereka lulus mereka sudah siap untuk berangkat ke luar negeri,” tutur dia.

Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah akan mengirim sebanyak minimal 500.000 tenaga kerja ke luar negeri pada tahun depan.

“Total 500.000 itu adalah target minimal yang diminta oleh Presiden,” kata dia.

Para pekerja migran yang berminat ikut akan dikirim ke berbagai negara yang membuka lapangan kerja bagi warga negara asing.

“Yang paling potensial itu pertama adalah Jepang, tapi bahasa Jepang mandatori, jadi harus (bisa). Kedua Jerman, ini dari kuantitas, kebutuhan di Jerman itu banyak sekali. Ketiga Turki untuk sektor hospital itu promising,” imbuh dia.

Sebagaimana diberitakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,46 juta orang pada Agustus 2025.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, mengatakan, angka tersebut turun sebanyak 4.092 orang dibandingkan periode yang sama pada 2024.

“Jumlah pengangguran tersebut menurun sebanyak 4.092 orang dibandingkan di Agustus tahun 2024. Proporsi pekerja penuh dan tingkat setengah pengangguran mengalami penurunan,” ujar Edy, dikutip dari Antaranews. Dari 7,64 juta orang tersebut, BPS lantas mengungkapkan pola penyebarannya.

Berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, SMK masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi, yaitu 8,63 persen.

Sementara itu, TPT SMK sebesar 6,88 persen, Diploma I/II/III sebesar 4,31 persen, dan Diploma IV/S1/S2/S3 5,39 persen. Sedangkan TPT terendah tercatat pada lulusan SD ke bawah, yakni 2,30 persen. Namun, BPS menyebut, pola TPT berdasarkan tingkat relatif stabil sejak Agustus 2023 hingga Agustus 2025.

 

Sumber : Kompas.com