Search

1 Desember 2025

Anggota DPR ke BMKG: Sistem Peringatan Dini Harus Menjadi Prioritas

Redaktur

JAKARTA | REALITAACEH – Anggota Komisi V DPR Abdul Hadi mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus meningkatkan sistem peringatan dini yang bisa menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V bersama Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, Selasa (11/11/2025).

“Sistem peringatan dini yang cepat dan merata harus menjadi prioritas utama. Masyarakat di daerah rawan bencana membutuhkan akses informasi yang real-time dan mudah dipahami,” ujar Hadi dalam RDP.

BMKG, kata Hadi, juga perlu memperkuat stasiun pengamatan, memperbarui alat ukur, dan memperluas jaringan komunikasi di daerah terpencil.

Menurutnya, penguatan tersebut merupakan bagian dari peningkatan kapasitas observasi serta layanan publik di bidang cuaca, iklim, dan geofisika.

“Kolaborasi adalah kunci. BMKG tidak bisa bekerja sendiri. Dengan dukungan berbagai pihak, data dan analisis BMKG bisa menjadi fondasi kebijakan publik yang lebih akurat dan berbasis sains,” ujar Hadi.

BMKG di bawah kepemimpinan Teuku Faisal Fathani diharapkan dapat membawa inovasi, digitalisasi, dan pelayanan publik yang lebih responsif kepada masyarakat.

“Sekaligus membawa BMKG ke arah yang lebih maju. BMKG harus semakin modern, terbuka, dan mampu memberikan dampak nyata bagi keselamatan serta kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Hadi.

Dalam RDP tersebut, BMKG berkomitmen menyampaikan informasi cuaca, iklim, hingga gempa bumi secara cepat dan akurat.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi yang cepat, akurat, serta mudah dipahami. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin BMKG dapat berkontribusi lebih besar dalam membangun bangsa yang tangguh menghadapi bencana,” ujar Faisal.

Dalam pemaparannya, Faisal menyampaikan bahwa BMKG terus meningkatkan akurasi informasi prakiraan cuaca dan iklim.

Menurutnya, keakuratan informasi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan publik dan efisiensi sektor ekonomi yang bergantung pada data cuaca, seperti pertanian, perikanan, dan transportasi.

Ia mengungkapkan, akurasi informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang disampaikan BMKG telah mencapai 102,9 persen dari target indikator kinerja nasional.

“Capaian ini menunjukkan keandalan sistem pengamatan dan peningkatan kapasitas analisis di seluruh satuan kerja BMKG,” ujar Faisal.

 

Sumber : Kompas.com