JAKARTA | REALITAACEH – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah membentuk gugus tugas guna mempersiapkan pelaksanaan Haji 2026. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan bahwa telah dilakukan berbagai kesepakatan dalam rangka persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Ada berbagai kesepakatan yang telah kita lakukan dan putuskan. Yang lebih penting lagi, kita telah menyepakati pembentukan semacam task force antara Kemenhaj RI bersama KBRI dan KJRI, sehingga setiap permasalahan dapat segera dicarikan penyelesaiannya,” ujar Gus Irfan dalam keterangan pers, Senin (10/11/2025).
Menurut Gus Irfan, kerja sama lintas lembaga sangat penting untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan haji berjalan lebih terintegrasi dengan dinamika di lapangan.
“Alhamdulillah, kita berkoordinasi dengan KBRI Riyadh, Konjen di Jeddah, dan berbagai pihak terkait penyelenggaraan haji, termasuk perwakilan Garuda Indonesia. Semua ini dalam rangka mempersiapkan proses haji tahun 2026,” jelasnya. Gugus tugas tersebut diinisiasi sebagai joint coordination platform yang mempertemukan Kemenhaj RI, perwakilan diplomatik Indonesia di Arab Saudi, dan mitra strategis lainnya, termasuk maskapai nasional, penyedia layanan bagi jemaah, serta otoritas terkait di Kerajaan Arab Saudi.
“Ini merupakan bagian dari implementasi diplomasi layanan haji yang terus dikembangkan oleh Kemenhaj RI sejak transformasi kelembagaan dari Badan Penyelenggara Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah,” ucapnya. Gugus tugas ini tidak bersifat ad hoc, melainkan akan bekerja secara berkelanjutan untuk mengawal seluruh proses penyelenggaraan haji 2026, mulai dari tahap persiapan hingga pemulangan jemaah.
“Filosofi yang ingin kita tanamkan adalah kerja cepat dan terintegrasi. Kemenhaj RI, KBRI, dan KJRI bukan entitas yang bekerja terpisah, melainkan satu kesatuan dalam diplomasi pelayanan umat,” kata Gus Irfan.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, menyampaikan bahwa koordinasi erat antara kementerian dan perwakilan diplomatik menjadi kunci penguatan layanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
“Perlindungan jemaah haji dan kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji dapat kita ikhtiarkan bersama melalui kolaborasi lintas institusi seperti yang saat ini dibangun bersama Kemenhaj RI,” ujar Abdul Aziz.
Sumber : Kompas.com







