Search

14 Januari 2026

24 Hari Pascabencana, 25 Kampung di Bintang Aceh Tengah Masih Hidup Tanpa Listrik

Redaktur

ACEH TENGAH | REALITAACEH – Warga Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, masih hidup tanpa aliran listrik sejak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.

Dampak bencana ini membuat 25 kampung di Kecamatan Bintang kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Mazmin Putra, warga Kampung Gele, mengatakan selain listrik, akses komunikasi dan internet di wilayah itu juga lumpuh.

Ketersediaan bahan bakar dan kebutuhan pokok semakin terbatas.

“Gas dan BBM sudah habis. Bahan pokok kurang. Masyarakat masih berharap bantuan pascabencana,” ujarnya melalui WhatsApp, Jumat (19/12/2025).

Mayoritas kampung di Kecamatan Bintang berada di sekitar Danau Laut Tawar.

Jalan darat menuju wilayah itu rusak parah sehingga saat pascabencana akses hanya bisa ditempuh menggunakan perahu.

“Beberapa hari setelah bencana, masyarakat kesulitan membeli bahan pokok. Saat BBM tidak ada, sebagian warga harus mengayuh perahu dengan tangan,” kata Mazmin.

Selama sekitar 20 hari terakhir, sebagian warga terpaksa menggunakan speedboat atau perahu mesin menuju Kota Takengon dan bahkan ke Jalan KKA di Kabupaten Bener Meriah untuk membeli bahan pokok dan BBM.

Tarif perjalanan menuju Takengon sempat mencapai Rp 200.000 per orang pada pekan pertama, dan turun menjadi Rp 80.000–100.000 pada pekan kedua.

Selain itu, tiga kampung, yakni Atu Payung, Konyel, dan Serule, masih sangat sulit dijangkau. Warga harus bergotong royong mengangkat sepeda motor agar bisa melintas.

“Alat berat belum sampai, dan warga harus saling membantu untuk melewati medan yang terblokir material bencana,” tambah Mazmin.

Upaya Pemulihan Listrik

PT PLN (Persero) melaporkan jaringan transmisi 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa berhasil dipulihkan pada Rabu (17/12/2025) pukul 13.30 WIB.

Pemulihan ini menyambungkan kembali sistem kelistrikan Aceh dengan backbone sistem kelistrikan Sumatera, menandai tahap awal pengoperasian kembali pembangkit listrik.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan, “Tersambungnya kembali transmisi Pangkalan Brandan–Langsa adalah titik penting dalam pemulihan kelistrikan Aceh.

Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatera–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh.”

Pemulihan dilakukan dengan pembangunan tower darurat di sejumlah titik yang terdampak banjir dan longsor, meski medan dan cuaca ekstrem menyulitkan proses.

Setelah itu, PLN mulai mengoperasikan kembali pembangkit listrik, khususnya PLTU Nagan Raya, sehingga sistem kelistrikan Aceh perlahan pulih.

Mazmin berharap perbaikan infrastruktur jalan dan pemulihan listrik segera tuntas agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan membeli kebutuhan pokok dengan lebih mudah.