Search

1 Desember 2025

10.300 Puskesmas Tersebar di RI, tapi Masih Ada yang Jaraknya 2 Jam dari Desa

Redaktur

JAKARTA | REALITAACEH – Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maria Endang Sumiwi, mengungkapkan bahwa terdapat 10.300 puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, masih ada puskesmas yang letaknya jauh dari desa, bahkan mencapai dua jam perjalanan.

Hal itu diungkapkan Maria saat rapat bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025). Awalnya, Maria memaparkan bahwa ada 10.300 puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 2.652 di antaranya berada di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).

“Namun, dari 10.300 itu, kita melihat kalau sesuai standar kita, satu puskesmas bisa menangani 30.000 orang. Sekarang ada 160 kabupaten/kota yang sudah rata-ratanya di atas 1 banding 30.000, sehingga ini relatif overload,” ujar Maria.

Maria menuturkan, sejauh ini masih ada 36 kecamatan yang belum memiliki puskesmas. Tidak hanya itu, masih terdapat ratusan puskesmas yang jarak tempuhnya dari desa terdekat mencapai dua jam.

“Masih ada 268 puskesmas dengan waktu tempuh di atas dua jam untuk desa terjauhnya. Nah, ini yang nanti akan terus kami kurangi agar tidak ada lagi puskesmas dalam kondisi seperti ini,” tutur dia.

Maria menyebut, ada 129 puskesmas yang direncanakan untuk direlokasi. Dari jumlah tersebut, 111 puskesmas sudah dalam kondisi rusak berat.

“Sebanyak 54.257 desa sudah memiliki UPKDK atau Pustu. Rencananya, sampai tahun 2029 kita akan membangun 2.082 puskesmas dan 6.576 UPKDK,” ucap Maria.

Ia menambahkan, sebanyak 6.361 atau 61 persen dari jumlah puskesmas yang ada sudah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan. Maria juga memaparkan masih adanya kekurangan SDM kesehatan di sejumlah puskesmas, seperti dokter gigi, bidan, hingga perawat.

“Kekurangannya paling banyak adalah dokter gigi (2.775), kesling, gizi, ATLM, dokter, farmasi, kesmas, bidan, dan perawat. Ini sudah direncanakan oleh Dirjen SDM-K untuk melakukan pemenuhan terhadap SDM kesehatan agar pelayanan di fasilitas kesehatan primer lengkap — melalui pengadaan ASN bidang kesehatan, penugasan khusus, pemberian beasiswa, dan program internship,” imbuhnya.

 

Sumber : Kompas.com